Thursday, December 05, 2019
Home > Berita > Medali emas Indonesia bertambah dari panjat tebing

Medali emas Indonesia bertambah dari panjat tebing

Medali emas Indonesia lahir dari cabang panjat tebing melalui Aries Rahayu Susanti. (sindo)

MIMBAR-RAKYAT.com (Palembang) – Medali emas Indonesia bertambah menjadi delapan, setelah medali emas muncul dari cabang panjat tebing Asian Games XVIII melalui Aries Rahayu Susanti pada nomor kecepatan putri.

Aries mencetak waktu 7,61 detik pada panjatan final mengalahkan rekan satu timnya Puji Lestari yang membuat angka 7,98 detik.

Pertemuan dua atlet Indonesia di final) dielu-elukan pendukung tuan rumah yang memandati venue panjat tebing, Jakabaring Sport City, sejak partai semi final.

Aries, pemanjat tebing berusia 23 tahun, mengalahkan kecepatan Song Yiling asal China di semifinal dengan membukukan catatan waktu 7,68 detik, sementara lawan hanya mampu 7,80 detik.

Saat penentuan apakah Indonesia mampu meloloskan dua atletnya ke final akhirnya tiba ketika Puji Lestari menghadapi He Cuilian asal China di semifinal.

Penonton bersorak menginginkan Puji lolos ke final menemani Aries, dan benar saja Puji menyudahi perlawan Cuilian dengan membukukan catatan waktu 7,84 detik, sementara lawan hanya 7,94 detik.

Ratusan penonton yang berada di tribun sontak bersorak menandakan bahwa medali emas berhasil disumbangkan bagi Indonesia, yang sekaligus menjadi medali emas pertama dari Kota Palembang yang menjadi kota kedua pelaksanaan Asian Games Indonesia 2018.

“Saya berusaha mengendalikan diri sendiri saja, meski ini jauh dari catatan waktu saya, tapi saya sangat bersyukur sekali dan terima kasih dukungannya,” kata Aries sesaat setelah merayakan kemenangannya menyapa penonton dan menjumpai rekan-rekannya sembari menyelempangkan bendara Indonesia di pundak.

Di nomor kecepatan puteri itu, Song Yiling, berada di tempat ketiga dengan catatan waktu 8,20 detik mengalahkan rekan senegaranya He Cuilian 7,97 detik.

Kemenangan para putri itu tidak diikuti kelompok putra yang menurunkan Sobri dan Aspar Jaelolo.

Indonesia nyaris mencetak `all Indonesian final` di nomor kecepatan putra, namun keduanya berhenti di babak semifinal.

Aspar Jaelolo takluk dari wakil China, Zhong Qixin, yang membukukan waktu  berselisih satu detik darinya. Aspar 5,65 detik dan Zhong mencetak 5,64 detik.

Sabri  takluk atas Alipour Shenazanadi Fard Reza, pemegang rekor dunia nomor ini dengan julukan “Usain Bold”nya panjat tebing.

Saat bersiap start, belum sempat diadu Sabri sudah dinyatakan gagal karena melakukan kesalahan saat start.

Lantaran kegagalan di semifinal ini, pertemuan antara Aspar dan Sobri pun tidak dapat dihidarkan dalam perebutan tempat ketiga. Namun kembali Sabri melalukan kesalahan di saat start sehingga Aspar untuk memastikan medali perunggu menjadi miliknya.

Di dua nomor perlombaan ini, Indonesia mengumpulkan satu medali emas, satu perak dan dua perunggu.   (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru