Sunday, November 17, 2019
Home > Editorial > Matinya guru Budi

Matinya guru Budi

Ilustrasi - Matinya guru Budi matinya budi pekerti. (chirpstory)

Matinya guru Budi adalah matinya budi pekerti. Pada 1 Februari 2018, adalah hari terakhir guru  Ahmad Budi Cahyono . Ia meninggal dianiaya muridnya sendiri. Meninggal?  Alangkah indahnya kalau ia disebut “gugur”. Gugur di medan tugas. Tugas mulia dimana ia digaji Rp600 ribu / bulan.

Guru honorer ini mengajar pelajaran menggambar di kelas XI, SMA I negeri Sampang.

HI,  siswa ini mengganggu teman-temannya,  kemudian tidur seenaknya dalam kelas.

Guru Budi menegur, si siswa dengan mencoret pipinya dengan cat air.  Alih_alih sadar .HI merangsek dan memukuli kepala gurunya sendiri.  Kebiadaban itu dilanjutkan saat pulang sekolah .Murid durjana itu menunggu Guru Budi dan kembali menganiaya.

Setiba di rumah,  Guru Budi tak sadarkan diri. Keluarganya membawanya ke RS Dr Sutomo, Surabaya. Malamnya  pukul 21.40, Guru Budi berpulang. Diagnosis dokter mati batang otak.

Guru Budi neninggal dipukuli muridnya sendiri.Tragedi telah terjadi. Kebiadaban apa yang lebih mengoyak nurani dari peristiwa ini?

Guru Budi adalah guru muda yang sederhana. Gaji pas-pasan saja, (bahkan dibawah umr). Baktinya tak sejalan dengan imbalan.

Tragisnya peristiwa ini hanya melintas sekilas,  seperti peristiwa biasa.

Dunia pers tidak gegap gempita menyorot peristiwa ini sebagai kejadian luar biasa. Lebih heboh dari liputan pernikahan Angle Elga dan Vicky didunia hiburan. Lebih riuh menyoal pidato Tito di dunia politik.

Dunia birokrasi tak bergerak mengevaluasi karena tak ada standar prosedur operasinya.

Benarkah kita sekarang hidup dalam generasi yang tak peduli dengan budi pekerti? Peristiwa di Madura ini sebenarnya  menyingkap ketelanjangan diri kita. Yang lebih tertarik kepada busa Pilkada. Yang lebih gembira bila gubernur dicokok KPK.

Sedangkan didepan mata kita dipampangkan nilai dasar pekerti yang diperkosa dan kita diam saja.

Jadi teringat salah satu item pidato Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 lalu. Katanya mau menghidupkan lagi pelajaran budi pekerti disekolah_sekolah. Ah itu khan pidato lama….. (*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru