Sunday, August 09, 2020
Home > Berita > Masyarakat diimbau tak panik dengan asap solfatara Merapi

Masyarakat diimbau tak panik dengan asap solfatara Merapi

Masyarakat diimbau tak panik dengan asap solfatara Merapi. (metronews)

MIMBAR-RAKYAT.com (Yogyakarta) – Masyarakat di sekitar lereng Gunung Merapi diimbau jangan panik dengan adanya asap solfatara yang kerap dihembuskan gunung teraktif di Indonesia itu.

“Melihat asap tebal itu tidak perlu khawatir atau panik,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida di Yogyakarta.

Hanik menjelaskan Minggu, asap solfatara yang keluar dari gunung di perbatasan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Magelang, Boyolali, Klaten, Jawa Tengah tersebut merupakan peristiwa normal yang menunjukan bahwa memang ada aktivitas vulkanik di Gunun Merapi.

“Karena memang mulai pada 11 Mei 2018 ada letusan, sehingga asap yang keluar tersebut selama beberapa minggu ini merupakan bagian adanya aktivitas,” kata Hanik.

Sebelumnya, berdasarkan pemantauan BPPTKG, ketinggian asap solfatara Gunung Merapi (2968 mdpl) terpantau mencapai 400 meter pada Minggu (3/6) pagi pukul 04.13 WIB dari kawah puncak gunung api itu dengan arah angin ke arah timur laut.

Hanik berharap masyarakat tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Merapi dari sumber yang tidak jelas serta tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah, menanyakan langsung ke BPPTKG, atau instansi terkait lainnya.

“InsyaAllah kalau ada kenaikan yang signifikan alat-alat pemantauan kami akan mendeteksi. Warga tidak perlu panik karena kepanikan bisa menyebabkan timbulnya bahaya misalnya kecelakaan,” katanya.

Laporan terkini BPPTKG, menunjukkan pukul 00.00-06.00 WIB secara visual terpantau cuaca cerah dan berawan, suhu udara 15.3-17.8 derajat celsius, dengan kelembaban udara 65-65 persen, dan tekanan udara 870.3-872.8 mmHg.

BPPTKG menyatakan hingga saat ini Gunung Merapi masih berada dalam status waspada atau level II.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru