Saturday, January 25, 2020
Home > Hukum > Masyarakat Bangkalan Bersyukur Atas Tertangkapnya Fuad Amin

Masyarakat Bangkalan Bersyukur Atas Tertangkapnya Fuad Amin

MIMBAR-RAKYAT (Bangkalan)  – Tertangkapnya Ketua DPRD Bangkalan yang mantan Bupati dua periode KH Fuad Amin Imron oleh KPK, Selasa (2/12/2014) pukul 01.00 di kediamannya, Kampung Sak – sak, Kelurahan Kraton, Kecamatan Kota direspon gembira oleh masyarakat dan penggiat anti korupsi Bangkalan.

Fuad sudah lama menjadi buah bibir masyarakat Bangkalan atas kekebalannya yang selama ini tak tersentuh hukum, meski perkara korupsinya sudah sering dilaporkan  oleh masyatrakat termasuk para penggiat anti korupsi.

Mantan Ketua MK Mahfud MD sebagai salah satu tokoh Madura terlihat mengetahui betul reputasi buruk Fuad Amin, apalagi wilayah Bangkalan termasuk yang bermasalah saat Pilgub Jatim 2004 hingga disidang di Mahkamah Konstitusi saat dipimpin Mahfud.

Mahfud pun bercuit di twitnya : “Jika orng sdh ktrlaluan merusak masyarakat dan orng2 di sekitarnya tak brdaya maka Allah pasti turun tangan utk menghentikan kedzoliman itu.”

Ahli hukum dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu juga menegaskan, intervensi Tuhan bisa berlangsung lewat KPK atau PPATK, pengawas semua rekening milik siapapun di Indonesia.

KH Imam Buchori Cholil, yang pernah gagal mencalonkan sebagai Bupati Bangkalan itu merespon penangkapan Fuad Amin dengan cara menyembelih seekor sapi di kediamannya, Jalan Halim Perdana Kusuma.

“Sembelih sapi ini, sebagai simbol penyembelihan kedzaliman di bumi Bangkalan. Dengan harapan, ke depan Bangkalan bisa lebih baik,” ungkapnya di hadapan awak media.

Hal itu dilakukan, karena Imam Buchori beserta pendukung setianya yang disebut sahabat Imam Buchori (sohib) berjanji ketika Fuad Amin kelak ditangkap KPK, akan menyembelih seekor sapi. Dipastikan, semua Sohib dari semua kecamatan akan hadir.

“Sejak tahun 2012 atau ketika saya dijegal Fuad Amin dalam pilkada, saya bernadzar (janji). Kalau sampai Fuad Amin ditangkap KPK, saya dan Sahabat Imam Buchori (sohib) akan menyembelih sapi,” tutur Ketua DPD Partai Nasdem Bangkalan.

Pengasuh Ponpes Ibnu Cholil itu mengaku bersyukur, atas penangkapan Fuad Amin oleh KPK. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa tidak seorang pun bisa berdiri bebas di atas hukum. Pengasuh Ponpes Ibnu Cholil itu mengaku bersyukur, atas penangkapan Fuad Amin oleh KPK. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa tidak seorang pun bisa berdiri bebas di atas hukum

Sudah Lapor

Direktur Center of Islam Democration (Cide) Bangkalan Mathur Khusairi mengatakan, tertangkapnya Fuad Amin telah menjawab harapannya bersama pegiat demokrasi dan anti korupsi lainnya.

“Allah telah menunjukkan keadilan Nya. Kami tidak akan putus asa memperjuangkan penegakan hukum di bumi Bangkalan,” terangnya.

Ia mengunkapkan, bersama para pegiat demokrasi dan anti korupsi lainnya, telah melaporkan sejumlah kasus dugaan korupsi ke KPK beberapa waktu lalu.

Di antaranya pungli THL, dana pengungsi Sambas, rencana pembangunan PT MISC, dan proyek jalan menuju makam Bujuk Sara Martajasah.

“Kasus pengungsi Sambas tahun 2005 sebesar Rp 48 miliar, PT MISC Rp 13 miliar terkait pembebasan lahan, dan proyek jalan menuju Bujuk Sara di bawah Rp 5 miliar. Itu semua sudah kami laporkan ke KPK,” pungkasnya.

Berharap Salah Tangkap

Tetapi ada juga lapis masyarakat yang belum bisa menerima fakta ini. Ketua Dewan Syuro Lembaga Kajian Sosial Demokrasi Aliman Haris meminta semua pihak tidak tergesa – gesa menyimpulkan Fuad Amin bersalah.

“Bahkan saya berharap semoga ini ‘salah tangkap’ kendati KPK belum pernah melakukan penangkapan yang salah. Tapi kenapa harus terjadi di Bangkalan, yang kental dengan semangat keagamaannya?,” terangnya.

Pasca penangkapan, ada  pemandangan sedikit berbeda, ketika memasuki sudut – sudut dan lorong – lorong di Kantor Pemkab Bangkalan. Sejumlah PNS pemkab terlihat membentuk kerumunan sambil duduk. Dari mimiknya, terlihat jelas mereka tengah membahas obrolan serius.

Di mulut lorong sisi utara menuju ruang kerja Bupati Bangkalan RK Moh Makmun Ibu Fuad, tidak nampak petugas Satpol PP yang biasanya di meja registrasi tamu. Hal itu menandakan bahwa bupati tidak sedang berada di kantor. (ais)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru