Friday, October 18, 2019
Home > Berita > Masuk Ancol Gratis Tapi Pengenaan Biaya Kendaraan Jangan Akal-akalan, Warga Tak Setuju Tarif Parkir Progresif

Masuk Ancol Gratis Tapi Pengenaan Biaya Kendaraan Jangan Akal-akalan, Warga Tak Setuju Tarif Parkir Progresif

Pantai Ancol. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sudah minta PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) mengkaji kebijakan membebaskan biaya masuk bagi pengunjung Pantai Ancol dan diminta melakukan ujicoba mulai 14 Oktober.

Pembebasan biaya masuk orang tidak diikuti biaya masuk kendaraan pengunjung. Gubernur Djarot meminta biaya tarif parkir kendaraan tersebut dibuat progresif atau bertambah setiap jamnya.

Manager Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari kepada wartawan mengatakan, saat ini PT PJA masih melakukan kajian.

Rika mengatakan pihaknya juga masih menghitung dampak jika membebaskan biaya masuk pengunjung, termasuk besaran tarif parkir progresif yang diminta.

“Kami masih membuat kajiannya. Soal tarif progresif, kami masih terus menghitung. Kami belum bisa bicara banyak terkait masalah ini,” ujar Rika.

Saat ini untuk biaya masuk kendaran roda empat ke kawasan ancol Rp 25.000. Sedangkan untuk sepeda motor dikenakan tarif Rp 15.000. Tarif tersebut untuk satu kali masuk dan tidak berlaku penambahan biaya setiap jamnya atau tarif flat.

Jika diberlakukan tarif parkir progresif bagi kendaraan sesuai Pergub DKI Nomor 179 Tahun 2013 tentang tarif layanan parkir, dan jika tarif parkir di Ancol dikategorikan sebagai tarif jasa layanan pemakaian lingkungan parkir maka tarif parkir sebagai berikut;

1. Sedan, jeep, minibus, pick up dan sejenisnya, maka tarif akan dikenakan Rp 4.000 hingga Rp 5.000 dengan ketentuan Rp 2.000 sampai Rp 4.000 untuk setiap jam berikutnya.

2. Bus, truk dan sejenisnya, maka akan dikenakan tarif Rp 6.000 hingga Rp 7.000 dengan ketentuan Rp 3.000 untuk setiap jam berikutnya.

3. Sepeda motor dikenakan tarif 1.000 sampai Rp 2.000 setiap jam.

Sebelumnya Djarot meminta agar PT PJA memulai ujicoba pembebasan biaya masuk bagi warga ke Pantai Ancol. Sebagai gantinya, Djarot minta pengelola menerapkan tarif progresif. Menurut Djarot, ujicoba dibutuhkan untuk melihat kesiapan termasuk dengan faktor keamanan.

“Saya bilang, kalau itu tarifnya untuk parkir itu bisa progresif itu bisa ditutup dari kenaikan tarif progresif, sekarang kan flat ya. Nanti bisa kita bikin progresif,” kata Djarot di Balaikota Jakarta, Rabu (4/10).

Namun banyak warga yang tidak setuju dengan rencana pajak progresif itu. Sebab sama saja bohong kalau harga masuk dengan tarif parkir sama bahkan bisa lebih mahal.

“Itu sama saja bohong. Jika bawa mobil masuk Ancol tarifnya hanya Rp 25 ribu bisa berjam-jam di Ancol kalau tarif parkir progresif, berarti lima jam bisa lebih dari Rp 25 ribu,” kata Yanto, warga, Kamis (5/10).

Warga lain, Ulis, 35, mengatakan hal senada. “Tak usah pakai progresif, sekali masuk yah udah bayar sesuai tarif. Jadi Ancol dapat dari parkir saja, biaya masuk orang gratis. “Kan mau menikmati wahana permainan kan bayar lagi,” katanya.

Dia juga mengharapkan, warga atau pengunjung diuntungkan tapi Ancol juga tidak rugi. Benar-benar dihitung, tapi jangan akal-akalan. “Kalau akal-akalan lebih baik tak usah saja gratis,” tambahnya. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru