Tuesday, October 22, 2019
Home > Berita > Malaysia Tolak Serahkan Mayat Jong-nam ke Korea Utara

Malaysia Tolak Serahkan Mayat Jong-nam ke Korea Utara

Kim Jong-nam (AP/Al Jazeera)

Kim Jong-nam (AP/Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Kuala Lumpur) – Malaysia telah memanggil duta besar Korea Utara atas tuduhan bahwa pihak Malaysia bersekongkol dengan “kekuatan musuh” dalam menyelidiki pembunuhan Kim Jong-nam, yang merupakan saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Malaysia juga telah menolak permintaan utusan Pyongyang yang memina mayat korban, Kim Jong-nam segera diserahkan. Demikian dilaporkan Al Jazeera, Senin (20/2).

“Kementerian menekankan bahwa karena kematian terjadi di tanah Malaysia secara misterius, maka itu menjadi tanggung jawab pemerintah Malaysia untuk melakukan investigasi dan mengidentifikasi penyebab kematian,” demikian pernyataan kementerian luar negeri Malaysia setelah pertemuan dengan duta besar Korea Utara.

Duta Besar Kang Chol pekan lalu menuduh Malaysia berkolusi dengan “kekuatan musuh” untuk merusak Utara, setelah saingannya Korea Selatan mengatakan Pyongyang telah mengatrur serangan bandara. Malaysia memandang keluhan itu “tidak berdasar”.

Pemerintah Malaysia, dikatakan pihak kementerian luar negeri, sangat serius menanginya dan tidak ingin menodai reputasi. Bahkan Duta besar Malaysia di Pyongyang telah dipanggil ke Kuala Lumpur untuk konsultasi.

Kim Jong-nam meninggal Senin pekan lalu, hanya dalam waktu singkat setelah mengalami serangan di ruang keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur, ketika dia bersiap-siap untuk naik penerbangan ke Macau.

Polisi Malaysia telah menahan empat tersangka – seorang wanita Vietnam, seorang wanita Indonesia, seorang pria Malaysia, dan pria Korea Utara – dan sedang memburu empat warga Korea Utara lainnya.

Menurut kantor berita AP, setidaknya tiga dari empat orang Korea Utara yang sedang dicari menggunakan penerbangan dari Jakarta, Indonesia, menuju Dubai pada malam serangan itu terjadi.

Menteri Kesehatan Malaysia, Senin (20/2), mengatakan hasil otopsi korban baru bisa dirilis Rabu depan. “Kita berbicara tentang periode normal waktu untuk menyelesaikan sebagian post mortem dan memberikan hasil, sehingga atas dasar ini, ya,” kata Menteri Kesehatan Subramaniam Sathasivam, kepada wartawan dalam menanggapi pertanyaan tentang kapan hasilnya akan dirilis.

Sementara menurut Perdana Menteri Korea Selatan Hwang Kyo-ahn, pertemuan Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan hampir yakin bahwa Korea Utara berada di balik pembunuhan Kim Jong-nam, putra tertua mendiang pemimpin Korea Utara Kim Jong-il.

Kim Jong-nam, 46, yang telah tinggal di wilayah Cina, Macau, di bawah perlindungan Beijing, telah berbicara secara terbuka terhadap kontrol dinasti keluarganya dari terisolasi, juga soal negara Korea Utara yang bersenjatakan nuklir.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru