Tuesday, October 22, 2019
Home > Berita > Makkah dan Mina: Kami Hanya Merasakan Hujan Air Biasa Seperti di Tanah Air

Makkah dan Mina: Kami Hanya Merasakan Hujan Air Biasa Seperti di Tanah Air

Hujan menguyrur umat Muslim saat menjalani ritual melempar jumrah, Senin (12/8) di Mina. (Foto: AFP/The National)

Hujan menguyrur umat Muslim saat menjalani ritual melempar jumrah, Senin (12/8) di Mina. (Foto: AFP/The National)

Mimbar-rakyat.com (Makkah) – Tidak ada hujan es terjadi di wilayah Makkah dan sekitarnya, seperti kabar yang beredar bahwa Senin (12/8) termasuk di Mina. Demikian bantahan dari Kepala Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, Subhan Cholid.

“Yang kami rasakan di Mina itu hujan air biasa saja seperti di tanah air. Tapi karena terjadi di tanah suci, kita bisa rasakan bedanya,” kata Subhan, Selasa (13/08), seperti dikutip dari website Kemenag,  kemenag.go.id.

Hujan, kata Subhan, memang membuat sebagian karpet di tenda Mina basah, tetapi tidak membuat jemaah keluar dari tenda. “Karpet yang basah dilipat dan sudah kembali selesai. Yang kedua, betul ada beberapa maktab yang listriknya dimatikan. Ini untuk menghindari korsleting listrik akibat genangan air,” katanya.

Saat hujan, petugas menurut Subhan juga mengimbau jemaah untuk tetap ada di tenda. Ini untuk menghindari resiko penumpukan di wilayah jamarat.  “Jemaah diimbau tetap di tenda. Karena di luaran hujan. Dan juga jemaah yang selesai melontar jumrah, berhenti di jamarat karena berlindung dari hujan. Kalau yang ditenda berangkat ke jamarat bisa terjadi penumpukan,” tuturnya.

Akibat hujan, beberapa eskalator yang mengarah ke jamarat juga terpaksa dihentikan. “Satu atau dua eskalator yang dimatikan karena memang berada di tempat terbuka. Menghindari korslet dan bisa berakibat pada jemaah. Maka oleh pertahanan sipil Makkah, sambungan listrik dimatikan.”

Dikatakan pula, hujan hanya terjadi Senin itu saja, hari berikutnya cuaca cerah, baik di Makkah maupun Mina,

Menanggapi maraknya gambar mau pun video yang beredar tentang kondisi Mina, Subhan menjelaskan bahwa kenyataannya itu sesungguhnya hanyalah genangan air saja. “Karena petugas kita sudah langsung melakukan antisipasi dengan sigap berada di tenda jamaah. Berkoordinasi dengan pengurus maktab. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Subhan.***(dtj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru