Thursday, November 14, 2019
Home > Berita > Madinah Kemungkinan Disiram Hujan Deras, Cuaca Ekstrim Bayangi Arab Saudi

Madinah Kemungkinan Disiram Hujan Deras, Cuaca Ekstrim Bayangi Arab Saudi

Mimbar-Rakyat.com (Jeddah) – Penduduk di seluruh negara Arab Saudi harus bersiap-siap untuk satu pekan ke depan karena cuaca buruk.  Pihak berwenang di negara itu memprediksi akan terjadi badai di sejumlah wilayah Kerajaan.

Hujan sedang hingga deras, antara lain diperkirakan akan jatuh di Riyadh,  serta di provinsi Qassim dan Hail.Menurut laporan Arab News, Arab Saudi telah mengalami dua minggu cuaca ekstrem dengan sebagian besar wilayah negara itu mengalami hujan lebat.

Madinah diperkirakan akan disiram hujan deras dari Selasa hingga Kamis. Al-Baha dan Al-Asir, dua wilayah selatan, akan mengalami curah hujan sedang pada hari Rabu.

Pihak berwenang di kota pantai barat Jeddah mengatakan mereka terus berurusan dengan lebih dari 200 lokasi yang dipengaruhi oleh air hujan, setelah cuaca badai minggu ini.

Badai petir berat disertai angin kencang diprakirakan terjadi seminggu ke depan di sebagian besar wilayah bagian tengah, utara dan timur negara itu. Prediksi itu dikeluarkan oleh ahli meteorologi negara setempat.

Selain di Riyadh, dan daerah sekitarnya, ada kemungkinan cuaca buruk terjadi di bagian timur negara itu, di mana kota-kota besar seperti Dammam, Khober, dan Al-Ahsa, akan mengalami hujan deras sampai sedang.

Pekan lalu, Otoritas Umum Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan mengeluarkan peringatan “kode merah” tentang badai petir dan badai debu di Wilayah Timur. Beberapa daerah lain harus menghadapi kondisi cuaca buruk, termasuk Tabuk, di utara, di mana ada risiko salju di daerah ketinggian.

Penyedia listrik negara harus meminta maaf, minggu lalu, kepada penduduk Rafhaa setelah cuaca buruk menyebabkan pemadaman listrik.

Pihak berwenang telah mengeluarkan beberapa peringatan kepada penduduk untuk menghindari lembah dan berhati-hati ketika mengemudi di tengah hujan, serta menyarankan para pengendara untuk memberikan jarak berhenti yang cukup di jalan basah.

Cuaca buruk disertai hujan lebat dan banjir bandang memang telah melanda beberapa negara di kawasan Timur Tengah, termasuk Yordania di mana 12 orang tewas dan hampir 4.000 turis terpaksa mengungsi dari kota padang pasir kuno Petra yang terkenal.

Di Kuwait, seorang pria meninggal setelah hanyut ketika berusaha menyelamatkan keluarganya dari banjir.***(dta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru