Sunday, September 22, 2019
Home > Berita > Madinah Berusaha Maksimal Melayani Jemaah Haji

Madinah Berusaha Maksimal Melayani Jemaah Haji

Pemeriksaan paspor di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah.(Foto SPA/Arab News)

Pemeriksaan paspor di Bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz Madinah.(Foto SPA/Arab News)

Mimbar-Rakyat.com (Madinah) – Pihak Gugbernuran dan kota Madinah secara bersama berupaya memberikan pelayanan kepada jamaah haji,  meliputi kesehatan lingkungan, pasar, kesehatan umum, keselamatan jalan, pencahayaan dan sistem pemantauan 24 jam sepanjang musim haji.

Arab News, Kamis (3/8) melaporkan,  gubernuran Madinah telah memulai menerapkan  layanan terhadap peziarah dan pengunjung ke Masjid Nabawi, dan akan berlangsung selama musim Haji tahun ini.

Berita yang dikutip Arab News dari Saudi Press Agency (SPA) menyebutkan, Walikota wilayah Madinah Abdulhadi bin Mohammed Al-Amri, mengatakan, proggram itu memobilisasi sumber daya manusia dan material untuk memberikan layanan terbaik kepada jamaah.

Program itu dikatakannya didukung Gubernur Madinah Pangeran Faisal bin Salman.Program ini mengutamakan keselamatan peziarah dan pengunjung di Masjid Nabawi dan sekitarnya.
Rencana tersebut juga memperhitungkan peningkatan aktivitas komersial, jumlah peziarah, layanan  pengiriman cepat, intensifikasi layanan kesehatan lingkungan, limbah, mememerangi penipuan, kebersihan dan kerapian jalan-jalan, dan memastikan keamanan dan kualitas makanan dan air.

Jalan yang digunakan oleh peziarah dipantau selama 24 jam, dan memastikan kepatuhan toko-toko memenuhi sertifikat kesehatan yang dibutuhkan, termasuk menuntut operasi pemerintah dan rumah pemotongan hewan pribadi dengan kontrol ketat.

Juga diberlakukan kesiapan 24 jam untuk keadaan darurat (pengobatan), merespon permintaan yang masuk ke polisi dan pertahanan sipil, transportasi orang mati, dan memelihara dan mengoperasikan jaringan pencahayaan, terowongan dan fasilitas lainnya.

Lebih dari 356 pekerja yang ditugaskan di daerah pusat keramaian pada sistem tiga shift selama 75 hari. Pekerja dan peralatan didistribusikan di semua sudut kota untuk memastikan kesiapan dan ketepatan kerja.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru