Friday, April 03, 2020
Home > Olahraga > Liverpool Kembali ke Puncak Klasemen

Liverpool Kembali ke Puncak Klasemen

MIMBAR-RAKYAT.com (London) -Kapten Liverpool Steven Gerrard mencetak dua gol penalti ketika timnya kembali ke puncak klasemen Liga Utama Inggris, berkat kemenangan 2-1 di kandang West Ham United, Minggu.

Kemenangan ini, di mana Gerrard mencetak gol dari titik putih sebelum kemudian kedudukan sempat disamakan oleh Guy Demel, membuat Liverpool unggul dua angka atas Chelsea dan empat angka dari tim peringkat ketiga Manchester City.

Bagaimanapun, City memiliki dua pertandingan yang belum dimainkan, lebih banyak daripada Liverpool dan Chelsea.
Liverpool akan menjamu City di Anfield pada akhir pekan mendatang.

Gerrard membawa tim tamu unggul semenit sebelum turun minum di Upton Park, setelah tangan James Tomkins mengenai bola di kotak terlarang ketika Luis Suarez berupaya merangsek.

Namun masih ada sedikit waktu sebelum turun minum bagi The Hammers untuk menyamakan kedudukan.

Kelihatannya mantan penyerang Liverpool Andy Carroll mendorong bola dari penguasaan kiper Simon Mignolet, setelah tangannya bergerak ke wajah sang kiper, sebelum Demel menyepak bola pada fase akhir babak pertama.
Hakim garis mengangkat bendera namun, setelah berkonsultasi dengan ofisialnya, wasit Anthony Taylor mengesahkan gol itu meski para pemain Liverpool mengajukan protes.

Taylor kembali terlibat dalam kontroversi ketika ia menghadiahi penalti kedua bagi Liverpool, yang membuat Gerrard dapat mengubah skor menjadi 2-1 pada menit ke-71.

Kiper West Ham Adrian keluar dari sarangnya untuk merebut bola namun ia kemudian melakukan kontak dengan Jon Flanagan yang bergerak menusuk dan Taylor, terlihat terlalu keras pada tuan rumah, menunjuk titik putih.

“Terdapat keputusan-keputusan buruk yang menguntungkan dan merugikan kami,” kata pelatih Liverpool Brendan Rodgers.

“Di atas semua keadilan wasit keluar setelah pertandingan berkata ia membuat keputusan yang keliru untuk gol mereka.”
Pelatih Hammers Sam Alardyce yang frustrasi menambahi, “Sayangnya kita berbicara mengenai para ofisial dan bukan pertandingan.”
“Terdapat pelanggaran-pelanggaran yang diberikan wasit ketika ia berada dalam jarak 60 yard (54 meter), penalti kedua bukan penalti, Adrian merebut bola.”
“Kelihatannya seperti Andy Carroll melanggar kiper untuk gol kami namun kami mendapatkannya. Kami tidak menginginkannya, tidak seorang pun menginginkannya. Kita tidak memiliki wasit-wasit berkualitas yang cukup.”
Pada pertandingan sebelumnya, rival sekota Liverpool Everton memperbesar harapan mereka untuk berpartisipasi di Liga Champions pada musim dengan, dengan mendekat satu angka terhadap tim peringkat keempat Arsenal, setelah mereka menaklukkan The Gunners dengan skor 3-0.

Gol-gol dari Steven Naismith, Romelu Lukaku, dan gol bunuh diri dari mantan pemain Everton Mikel Arteta membuat The Toffess, yang memiliki keunggulan satu pertandingan atas Arsenal, menorehkan kemenangan meyakinkan.

“Itu merupakan penampilan yang sangat bagus,” kata pelaih Everton Roberto Martinez.
“Aspek paling memuaskan adalah cara kami bertahan, konsentrasi kami, dan disiplin terhadap bola,” tambahnya.

Kecemasan besar
Pelatih Arsenal Arsene Wenger mengakui timnya memperlihatkan “kurangnya semangat juang” dan kekalahan ini menimbulkan “kecemasan besar” bagi klub London utara itu.
“Apakah terdapat kurangnya semangat juang? Anda dapat berkata demikian,” kata Wenger. “Ini merupakan kecemasan besar untuk kalah pada pertandingan seperti itu.”
Naismith membuat tuan rumah unggul pada menit ke-14 ketika, setelah tembakan Lukaku dapat digagalkan kaki kiper Arsenal Wojciech Szczesny, sepakan kaki bagian sampingnya membuat bola menembus gawang tim tamu.

Dan 20 menit kemudian, pasukan Martinez, yang disingkirkan Arsenal dari Piala FA, menggandakan keunggulan mereka.

Lukaku, yang bermain di sektor sayap, mendapat bola di sisi kanan, bergerak melewati Nacho Monreal dan mengecoh Thomas Vermaelen sebelum melepaskan tembakan keras kaki kiri melewati Szczesny dari tepi kotak penalti.

Arsenal, yang sekarang berada di ambang bahaya tersingkir dari empat besar yang akan membuat mereka absen dari Liga Champions musim depan, berupaya merespon pada babak kedua.

Tetapi pasukan Wenger, yang raihan prestasinya musim ini bergantung pada semifinal Piala FA melawan Wigan pada akhir pekan mendatang, justru kemasukan gol ketiga pada menit ke-62.

Kevin Mirallas menaklukkan Bacary Sagna dan berlari cepat menuju gawang sebelum menyodorkan bola kepada Naismith, yang upayanya mengecoh Szczesny gagal.

Tetapi saat Miralalas dan Arteta berjuang memperebutkan bola muntah, justru Arteta yang menyentuh bola terakhir kalinya yang mengarahkannya ke gawang The Gunners. Kekalahan ini mengakhiri peluang tipis Arsenal untuk menjuarai Liga Utama Inggris musim ini. (KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru