Friday, November 15, 2019
Home > Berita > Lima Sastrawan Riau Luncurkan Buku di Singapura

Lima Sastrawan Riau Luncurkan Buku di Singapura

Dheni, Fakhrunas (dari kiri) dan rombongan sastrawan indonesia yang meluncurkan buku di Singapura. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.com (Singapura) – Lima sastrawan Riau meluncurkan buku bersama 54 sastrawan  Asia Tenggara di National Library Singapura.

Lima sastrawan Riau tersebut adalah, Dheni Kurnia yang meluncurkan buku Puisi Olang2, Fakhrunnas MA Jabbar buku Puisi Airmata Musim Gugur, Musthamir Thalib buku  Telatah Orang Riau Menikah, Kunni Masrohanti, buku Puisi Calung Penyukat  dan Bambang Kariawan buku Cerpen Lukah yang Tersangkut di Dinding.

Sebanyak 54 Sastrawan dari enam negara ASEAN, – Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Brunai Darussalam, Vietnam dan Philipina – ,  mendapat jamuan langsung oleh Penasehat Ahli Menteri Pendidikan Singapura, YB Datuk Yatiman Yusof pada acara Sabtu lalu.

YB Datuk Yatiman mengatakan, Singapura sangat berterimakasih, karena dipilih sebagai negara tempat peluncuran buku oleh para seniman ASEAN. “Ini penghargaan besar bagi negeri kami. Kami bangga para penulis roman, cerita pendek, penulis skenario drama, film dan penyair bisa bersama sama hadir di negeri ini,” katanya.

Yatiman juga secara resmi ikut meluncurkan buku, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Yatiman menjelaskan, Singapura sangat berbangga hati, karena memiliki sejumlah penulis, seniman dan penyair besar, seperti Suratman Markasan, Latif Muhammad, Chadijah Rahmad, AK Kamaluddin, Rohani Dien dan sejumlah nama lainnya.

Tapi pemerintah Singapura, lebih bangga lagi ketika para penyair dan penulis negara ASEAN hadir untuk meluncurkan buku secara bersama sama.

“Sejarah ini tidak akan kami lupakan. Terutama kepada novelis perempuan Singapura, Rohani Dien, yang sudah memprakarsai acara ini,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan hangat sekitar 400 undangan.

Hadir dalam peluncuran itu, Kepala National Library (Pustaka Nasional) Singapura, Fatimah Ahmad, Penyair dan Budayawan Malaysia, Liem Swie Tin, Penyair Patani Thailand, Mahroso Doloh, Penyair Filipina, Rogelio Braga, Penyair Champa Vietnam, Nik Mansoor,  Penyair dan Budayawan Riau, HA Aris Abeba, H Husnu Abadi dan Hj. Tien Marni, serta penyair dan penulis naskah drama dan film dari Singapura dan Brunai Darussalam.

Selain peluncuran buku di National  Library, juga diadakan diskusi tentang “Syair” dan pembacaan puisi di Gedung Utama Library Jurong, Singapura, Minggu (12/3) siang.

Acara dilanjutkan dengan diskusi sastra di NRSCC Safra Resort di Tanah Merah Singapura. Penyair Riau, Husnu Abadi, Aris Abeba, Tin Marni, Fakhrunnas MA Jabbar, Dheni Kurnia dan Moestamir Thalib, tampil sebagai pembicara, membahas masalah masalah perkembangan sastra  ASEAN bersama penyair Malaysia dan tuan rumah Singapura.

Menurut Penyair Riau, H. Dheni Kurnia, acara itu sangat bermanfaat bagi perkembangan sastra ASEAN ke depan. “Saya dan rekan rekan dari Riau  menilai, acara kali ini cukup bagus, karena hampir semua sastrawan ASEAN hadir dan memberikan masukan.

“Nanti hasil pertemuan Singapura ini, akan kita diskusikan pula  dengan rekan rekan seniman, budayawan dan penyair di Riau,” kata Dheni yang juga Ketua PWI Riau ini.

Menurut Dheni, pada acara peluncuran buku dan diskusi sastra Asean itu, beberapa penyair Riau seperti Rida K Liamsi, Taufik Ikram Jamil, Herman Rante, Armawi KH, Kazzaini KS,  Yoserizal Zein, Hang Kafrawi, GP Ade Darmawi, Eddy Ahmad RM, Corry Isami dan lainnya, berhalangan hadir karena kesibukan masing-masing.

Karena itu, jelas Dheni, dia bersama teman teman akan mengadakan diskusi terbuka  tentang perkembangan Sastra Riau, menyongsong perkembangan Sastra ASEAN masa kini.  (SP/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru