Tuesday, November 12, 2019
Home > Cerita > LGBT memang seksi

LGBT memang seksi

Ilustrsi - Awas Propaganda LGBT.

Tahun 2005, JK mensinyalir ada dana 180 juta dolar dari NGO asing untuk mengkampanyekan LGBT.

Terlepas benar tidaknya rumor tersebut, sejak itu wacana tentang lesbian, gay, biseks dan transjender (LGBT) silih berganti muncul di media.

Ujungnya terlihat jelas, ingin melegalkan perilaku tersebut. Bukan hal kriminal.

Bukti paling konkret, ada usulan RUU tentang LGBT yang masuk ke DPR. Meski sejauh ini Balegnas belum menggubris RUU tersebut,apalagi memprioritaskan tetapi secara berkala isu tersebut terus dibangkitkan.

Terakhir pidato ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas) kepada peserta Tanwir Aisyiah di kampus Unmuh Sabtu 20/1/2018.

Isi transkrip pidato, tak lebih dari curhat sampingan dari inti acara sosialisai empat pilar Pancasila.

Berikut cuplikan pidato dari video:

………. Bahkan sekarang di DPR lagi ramai soal LGBT. Dulu di kampung saya, orang selingkuh itu aib. Sekarang ini minta diakui oleh negara, laki-laki pacaran sama laki-laki. Coba bayangkan……….Perempuan sama perempuan…………  Bayangkan ibu-ibu, sudah ada 5 partai yang nggak apa-apa. Lima.

Pidato yang tidak fokus LGBT itu memancing debat publik berkepanjangan. Kini mestinya isu itu sudah usang. Karena 10 fraksi sudah menyatakan sikap. Intinya menolak legalisasi LGBT. Proses akan terus berjalan sampai RKUHP nanti disahkan akhir Februari nanti.

Dalam konsep awal RUU KUHP dari pemerintah, perbuatan cabul oleh LBGT atau sesama jenis hanya dipidana kalau dilakukan terhadap orang di bawah umur 18 tahun. Konsep itu di DPR diperluas, di atas 18 th yang melakukan juga harus dipidana.

Bila saat itu Zulhas salah ucap rasanya bisa dimaafkan. Tapi bila Zulhas yang juga ketua umum PAN ingin membangun simpati publik sebagai partai yang paling anti LGBT, rasanya kurang pas. Karena  nyatanya partai ini tidak rajin dalam sidang membahas topik ini.

Isu LGBT memang “seksi” untuk tujuan tertentu. Ia tak kalah sensitif dengan isu komunis.  Memakai isu LGBT untuk tujuan lain justru akan mendegradasi bahaya LGBT itu sendiri.

Sebab LGBT adalah agenda besar yang harus disikapi secara strategis. Karena gerakannya mendunia. Bahkan negara yang semula punya undang2 pelarangan LGBT seperti Selandia Baru, Australia kini sudah menghapusnya. Luksemburg, Belanda, Amerika sudah melegalkannya.

Pers Indonesia selayaknya lebih waspada untuk tidak terpancing  trik kampanye NGO asing dalam kampanye LGBT.  (Ahmad Istiqom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru