Tuesday, August 04, 2020
Home > Berita > Lebih 5 Juta Penduduk Melbourne Dikunci, 537.000 Meninggal di Seluruh Dunia

Lebih 5 Juta Penduduk Melbourne Dikunci, 537.000 Meninggal di Seluruh Dunia

mimbar-rakyat.com – Lebih dari lima juta penduduk Melbourne akan “dikunci” ketat selama enam minggu setelah kasus corona melonjak di kota terbesar kedua di Australia itu. Sedang India telah melaporkan 467 kematian akibat virus kcorona pada hari Selasa, dengan jumlah kematian di atas 20.000.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro diuji lagi untuk virus corona, setelah menunjukkan gejala penyakit termasuk demam. Demikian diutip dari Al Jazeera.

Sekelompok lebih dari 200 ilmuwan mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengakui bahwa coronavirus dapat menyebar di udara.

Hampir 11,6 juta orang di seluruh dunia kini telah didiagnosis dengan COVID-19, dan lebih dari 537.000 telah meninggal. Demikian menurut data yang dikumpulkan  Universitas Johns Hopkins. Amerika Serikat dan Brasil telah melaporkan sebagian besar kasus dan jumlah kematian tertinggi.

Rusia telah melaporkan 6.368 kasus virus corona baru, sehingga jumlah infeksi di seluruh negeri mencapai 694.230. Pusat tanggapan krisis corona virus negara itu mengatakan, 198 orang telah meninggal akibat virus dalam 24 jam terakhir, menjadikan angka kematian menjadi 10.494. Pihak Rusia mengatakan 463.880 orang telah pulih dari virus.

Ratusan polisi dan tentara telah dikirim ke perbatasan antara negara bagian New South Wales Australia dan Victoria menjelang penutupan pada pukul 11.59 malam (13:59 GMT). “Akan ada operasi militer dan polisi yang signifikan untuk memantau semua kegiatan lintas-batas,” kata Menteri Kepolisian NSW David Elliott. “Ada denda serius dan hukuman penjara.

Perbatasan ini panjangnya ratusan kilometer dan izin perjalanan harian akan diberikan kepada orang-orang di daerah perbatasan yang bepergian melintasi batas negara untuk sekolah, bekerja dan kegiatan lainnya. Ini pertama kalinya perbatasan ditutup sejak 1919 ketika negara itu dilanda flu Spanyol.

Korban tewas India telah melampaui 20.000 ketika negara itu bergerak maju dengan rencana untuk mengendurkan kuncian nasionalnya. Pada hari Selasa, negara itu melaporkan 467 kematian baru dari coronavirus, sehingga jumlah total kematian menjadi 20.160. Ini juga mencatat 22.252 kasus baru yang dikonfirmasi.

Beijing telah melaporkan tidak ada kasus baru coronavirus untuk pertama kalinya sejak wabah muncul di pasar grosir utama ibukota China bulan lalu. Pihak berwenang kota mengatakan mereka telah menguji lebih dari 11 juta orang untuk COVID-19 sejak 11 Juni.

Pang Xinghuo, wakil direktur pusat pengendalian penyakit Beijing, mengatakan wabah itu “menstabilkan dan meningkatkan”.

Negara bagian Victoria sedang mempertimbangkan pengenalan kuncian empat minggu setelah mencatat lonjakan harian terbesar dalam banyak kasus. Demikian menurut surat kabar Australia.

Surat kabar itu melaporkan negara mencatat 191 kasus baru pada hari Selasa. Perdana Menteri Negara Daniel Andrews akan segera berbicara kepada media. Perbatasan Victoria dengan negara tetangga New South Wales dijadwalkan ditutup pada tengah malam waktu setempat pada hari Selasa. Ini pertama kalinya terjadi dalam 100 tahun.***sumber Al Jazeera, Google.(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru