Monday, December 17, 2018
Home > Editorial > Lakon Baru Amien Rais

Lakon Baru Amien Rais

Amien Rais membuat lakon (lagi) . Bukan stand up comedy, tapi seru. Ketua Dewan Kehormatan PAN ini mengungkapkan dirinya tidak ingin Jokowi kembali menjabat sebagai Presiden 2019 mendatang.

Itu mah biasa. Siapa saja boleh berpendapat.
Amien Rais tantang Jokowi untuk bertanding secara fair dalam Pilpres 2019 mendatang.
Itu mulai seru. Berarti Amien Rais akan ikut kontestasi Pilpres.

“ Mari kita duel secara gentle,” ucap Amien Rais dalam ‘Tausyiah Kerakyatan 2019 Indonesia Pasca Jokowi’ di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (9/6).

Semakin jelas. Duel secara gentle. Menarik untuk ditunggu.
Ibarat film, tunggu tanggal mainnya. Untuk supaya penonton tidak kecewa, mereka menunggu deklarasi Amien. Sementara Jokowi sudah pasti bertarung sebagai juara bertahan, khan?

Nah yang membuat bingung, kenapa mesti disusul dengan peringatan tidak usah jihad secara fisik. Menakutkan.
Apalagi disebut sampai menumpahkan darah. Mengerikan.
Terbayang Suriah, terbersit Yaman. Ih ,Naudzubillah.

“……. kita enggak usah jihad dengan fisik, menimbulkan bloodshed, tumpah darah, itu nanti ada masanya, kalau semua mentok saya kira itu perlu,” tambah Amien.Ini yang membuat dheg-dhegan.

“………., masih ada cara lain, yaitu kita turunkan dengan demokrasi dan konstitusi,” tandas Amien.
Lakon baru Amien Rais ini menyusul manuver Koalisi Keumatan yang dicetuskan bersama Prabowo dan Habib Rizieq di Mekah.Menangkal majunya Jokowi untuk jabatan keduanya.
Lakon itu melengkapi serial peluru politik Amien yang menyebut adanya Partai Syetan dan Partai Tuhan; kemudian tudingan ada kalangan dalam yang “balik kanan “.
Soal ‘ balik kanan’ ini disampaikan tak lama setelah Kantor Staf Presiden mengangkat Ali Mochtar Ngabalin sebagai tenaga ahli utama.
**
Menilik niat koalisi keumatan itu, jagonya adalah Prabowo, bukan Amien Rais.

Tapi merunut logika tantangan itu, Amien Rais lebih logis maju sebagai Capres. Ini cocok dengan logika sekjen PAN Eddy Soeparno yang mendorongnya maju.

Namun demikian, Yusril,ketua umum PBB mengingatkan agar Amien Rais jujur. Yusril khawatir jika kejadian pada 1999 lalu terulang kembali pada konstelasi nembangun koalisi keumatan.

“Saya kan dikerjain saat 1999 itu. Kami berharap kali ini ada kejujuran, khususnya kepada pak Amien Rais,” tutur Yusril.

Yusril menyebut Amien Rais berdusta saat menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat 1999 silam. Itu terkait pemilihan presiden.Saat itu ia berkompetisi dengan Gus Dur dan Megawati. Padahal, menurut Yusril, semestinya dirinya merupakan calon tunggal.

“Saya sudah sering mengatakan Amien Rais itu berdusta. Sampai hari ini Amien Rais tidak berani men-challenge omongan saya tidak benar. Itu fakta sejarah,” ucap Yusril di kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (2/3).
***
Ternyata Amien Rais (74) terinspirasi kiprahnya Mahathir (92) yang tidak hanya gencar mengkritik Najib. Tetapi juga turun bertarung dan menang.
Usia ternyata hanya angka.
Kemenangan Mahathir melecut semangat Amien.
Ok tidak ada yang salah.Juga tidak ada yang dikhawatirkan ketika,akhirnya, Amien mengklarifikasi tantangan duelnya dalam arti bertarung tanpa politik uang.

Amien mengatakan dirinya menantang Jokowi untuk berduel secara demokratis. Supaya tidak ada keributan usai pemilu.

“Jadi saya tantang Pak Jokowi, mari kita duel secara gentle, ya, jadi Anda kerahkan kemampuan untuk dapatkan suara paling banyak supaya menang, juga berikanlah kesempatan yang sama, ini namanya Demokrasi,” ucapnya.

“Nanti yang menang juga enak menangnya, itu fair. Yang kalah juga terima. Tapi kalau kemudian ada campur tangan aseng, main politik, uang, main ancam-mengancam, nah itu tidak boleh,” ujarnya kemudian.

Yaa… kalau itu yang dimaksud rasanya tidak ada yang baru. Semua secara normatif sudah tercakup dalam aturan tatatertib Pemilu.Kalaupun ada yang baru, barangkali tampilnya Amien Rais sebagi capres 2019. Beranikah?(Ais)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru