Tuesday, October 23, 2018
Home > Berita > Kurma Dapat Tumbuh dan Berbuah di Indonesia

Kurma Dapat Tumbuh dan Berbuah di Indonesia

Pohon kurma berbuah lebat di halaman RS Citra Keluarga Cibubur, Jakarta. Dofoto oleh Agus S Djamil pada 4 Agustus 2016. (agus)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Selama ini banyak yang mengatakan bahwa pohon kurma tidak dapat tumbuh di Indonesia,  namun pemikiran itu ternyata tidak benar, karena pohon kurma berpotensi berkembang pesat di negara ini.

Pohon kurma sudah ditanam dan tumbuh subur dan di beberapa kebun sudah berbunga lebih awal dari perkiraan.

Banyak orang yang  sudah memulai melakukan langkah eksplorasi potensi besar ini sejak 2012 salah satunya Agus S Djamil.

“Kebun kurma dengan mitra syirkah saya, Muhaimin Iqbal, saat ini ada di Jonggol Farm, Bogor dan kita namai Kurma Andalan Nusantara yang mulai ditanam pada Februari 2013,” kata Agus S Djamil seperti dilansir bibitbuahku.com.

Ia mengatakan, sebanyak 320 bibit kualitas unggul diimport dari laboratorium tissue culture terkemuka di dunia, Dates Palm Development (DPD) di Inggris.

“Menurut mereka, saya pengimport pertama dari Indonesia pada 2013). Lab ini juga memasok bibit kurma yang ditanam di Thailand sekitar tahun 2005 yang sekarang menjadi terkenal dan menjadi demam kurma tropis, dan juga pemasok kebun kurma di 30 negara dunia termasuk negara Timur Tengah,” kata Agus.

Pada 2016, katanya, melalui Gerakan Bertanam Kurma, mereka mengajak para petani dan siapa saja rakyat Indonesia untuk menanam kurma.

Penyebaran bibit pohon kurma di Indonesia pada 2016. (bibitbuahku.com)

Cara menyemaikan biji yang praktis serta cara menanamnya diajarkan secara terbuka melalui aplikasi media sosial. Beberapa seminar dan kursus juga diberikan termasuk yang  disampaikan Agus di Jakarta, Depok, Yogyakarta, Pasuruan, bahkan hingga Brunei Darussalam.

Tanaman kurma mempunyai daya tarik untuk dibudidayakan secara meluas di Tanah Air, karena sifat tanaman dan keunggulannya.

Beberapa di antara keunggulannya adalah : Kurma tumbuh pada rentang suhu yang ekstrim -15 °C s/d +51 °C. Tetapi kurma paling suka pada keadaan sekitar 25°C seperti umumnya di Indonesia.

Kurma tumbuh pada ketinggian minus 400 m (di bawah permukaan laut, di lembah Jordan) hingga >+2000 m di Kashmir pada pegunungan Himalaya. Kurma paling tahan pada kondisi tanah yang marginal, sebagaimana selama ini ditunjukkan dengan tumbuh tegar di padang pasir, namun makin subur tumbuh di Thailand, India, Kalifornia dan Bogor.

Produktifitas sangat tinggi.  Hasil panen berkisar 15 – 45 ton / HA / tahun, dengan asumsi 150 pohon per HA dan hasil 100 – 300 kg per pohon / tahun.  Cukup hanya dengan menanamnya sekali, akan dapat panen dari tahun ke 5 – 7 hingga 100 tahun kemudian (seperti tanaman kurma di Timur Tengah dan Coachella Valley USA). Produktifitas yang tinggi dan usia produktif yang panjang ini memberikan hasil kelayakan usaha yang sangat menarik sebagai pilihan investasi di bidang perkebunan.

Agus menjelaskan, akar pohon kurma sangat unik. Pohon kurma memiliki akar yang berbeda dengan akar pohon kelapa ataupun kelapa sawit. Akar serabutnya terbagi sebagai akar atas / udara, akar samping, akar tengah dan akar dalam.

Akar dalam bisa menghunjam hingga 12 m ke bumi sedangkan akar sampingnya merayap tak lebih dari satu m dari bonggolnya.  Ini menjadikannya sangat kokoh, sekaligus ramah pada tanaman tetangganya.

Kurma tidak merebut air dan unsur jatah tanaman tetangganya. Justru “wa fajarna minal ‘uyuun” (menurut QS Yasin 36:35), menahan laju perembesan air ke dalam dan membantu “memompa” air memancarkan mata air ke atas sehingga cukup air di dekat top soil.

Payungan daunnya yang berwarna keperakan, memantulkan sebagian cahaya dan panas matahari, mengalirkan angin, meningkatkan kelembaban, menurunkan suhu dan membantu menciptakan micro climate yang baik di sekitarnya.

Pohon betina kurma mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya dan menghasilkan jenis buah baru yang khas karena lingkungannya dan karena hasil persilangannya.

Agus menjelaskan,  kurma bisa dikembangbiakkan dengan tiga cara: dari biji, tunas (offshoot, seperti pisang) dan kultur jaringan (kuljar / tissue culture). Kasus di Bard Valley USA, dari 18 bibit menjadi 200 ribu pohon dalam 72 tahun. Sedangkan secara teoritis, dengan asumsi satu pohon ada 10 tandan masing-masing ada 50 untai dan ada 20 butir per untai.

Kapan Pohon Kurma Mulai Tumbuh? 

Inilah 10 Jenis Kurma, Mana Kesukaan Anda? 

Inilah 7 Khasiat Buah Kurma  

Maka satu pohon bisa tersedia 10.000 bibit sekali panen, yang dalam 10 tahunan bisa tiga kali panen, maka tersedia 30.000 bibit dari biji.

Tingkat tumbuh semaian dari biji sangat tinggi, lebih dari 90%, dan mudah sekali. Petani akan merdeka dari cengkeraman konglomerat mafia penguasa benih. Pada waktu usia tiga tahun pohon kurma jantan atau betina sudah mengeluarkan gerombolan tunas anakannya.

Pada tahun ketujuh sudah bisa memanen tunas sebanyak 10-15 tunas dengan kualitas tanaman dan jenis kelamin yang sama. Maka reboisasi dengan pohon kurma juga menjadi salah satu pilihan yang sangat menarik, kata Agus.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru