Thursday, November 14, 2019
Home > Berita > Kunjungan Trump ke Arab Saudi Buka Lembaran Baru

Kunjungan Trump ke Arab Saudi Buka Lembaran Baru

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan tiba di Arab Saudi pada hari Sabtu (20/5) pagi waktu setempat atau Sabut siang WIB, untuk sebuah pertemuan bersejarah yang diperkirakan akan "membuka halaman baru" hubungan Arab Saudi dan AS.(Foto: Arab News)

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan tiba di Arab Saudi pada hari Sabtu (20/5) pagi waktu setempat atau Sabut siang WIB, untuk sebuah pertemuan bersejarah yang diperkirakan akan "membuka halaman baru" hubungan Arab Saudi dan AS.(Foto: Arab News)

Mimbar-Rakyat.com (Riyadh) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan tiba di Arab Saudi pada hari Sabtu (20/5) pagi atau Sabtu siang WIB, untuk sebuah pertemuan bersejarah yang diperkirakan akan “membuka lembaran baru” AS-Arab Saudi setelah pada pemerintahan Amerika sebelumnya hubungan kedua Negara agak renggang.

Menurut laporan Arab News, begitu  mendarat di Riyadh bersama Air Force One, Trump akan terlibat dalam serangkaian pertemuan diplomatik dengan Raja Salman dan pejabat senior Saudi. Kehadiran Trump akan bertepatan dengan tiga pertemuan penting Sabtu dan Minggu, serta beberapa kegiatan bisnis, perayaan budaya, intelektual, dan olahraga.

KTT Saudi-AS pada hari Sabtu akan menampilkan serangkaian pertemuan bilateral antara Raja Salman dan Trump, dan “fokus untuk menegaskan kembali persahabatan yang sudah berlangsung lama, dan memperkuat ikatan politik, ekonomi, keamanan dan budaya yang erat antara kedua negara. ”

Kemudian pada hari Minggu dilanjutkan dengan KTT GCC-AS, Arab Islamic American Summit, dan peresmian Pusat Global untuk Memerangi Ideologi Ekstrimis.

Para ahli mengatakan kepada Arab News bahwa kunjungan Trump akan meningkatkan hubungan AS-Arab setelah memburuk di bawah pendahulunya Presiden Barack Obama.

“Dengan memilih Arab Saudi sebagai pemberhentian pertama dalam kunjungan bersejarahnya, dalam kunjungan pertama ke luar negeri sejak menjadi Presiden, Trump telah dengan bijaksana mengambil kesempatan untuk mengubah sebuah halaman baru dan lebih positif bagi orang-orang Arab dan Muslim di wilayah tersebut dan sekitarnya,” tulis John Duke Anthony, presiden pendiri dan CEO Dewan Nasional Hubungan AS-Arab, dalam tulisannya.

“Kunjungan presiden memiliki makna untuk memulai penyembuhan luka yang telah ditimpakan kepada umat Islam di seluruh dunia,” kata Anthony dan menambahkan bahwa telah terjadi pergeseran dari kampanye kepresidenan Trump, saat dia dipandang bersikap terbuka terhadap dunia Muslim dan Kerajaan Inggris.

Abdulrahman Al-Rashed, seorang analis veteran, mengatakan bahwa pemerintah baru AS memiliki kesempatan untuk bersikap keras terhadap Teheran. “Iran telah mengambil sandera di wilayah ini dan telah memeras Washington selama bertahun-tahun,” tulisnya.

“Saya percaya bahwa berada di tangan pemerintah AS saat ini membuat Iran menghadapi kenyataan baru, yaitu harus menghentikan penyebaran kekacauan dan kekerasan di wilayah dan dunia yang lebih luas,” tegasnya.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru