Sunday, November 17, 2019
Home > Hukum > KPK Geledah Kantor Mendagri Gamawan Fauzi

KPK Geledah Kantor Mendagri Gamawan Fauzi

MiIMBAR-RAKYAT.com ( Jogjakarta )  Jumlah penyidik KPK saat ini tinggal 62 orang berkurang signifikan dibanding tahun lalu yang berjumlah 90 orang. Dibanding dengan jumlah pengaduan yang saat ini mencapai  80 ribuan, jumlah penyidik itu sangat tidak memadai.

Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dedi A Rahim mengungkapkan saat ini jumlah penyidik di KPK tinggal 62 orang. Sementara itu jumlah pengaduan atau laporan masyarakat mengenai korupsi  terus mengalir.

Menurut Dedi, sebelumnya jumlah penyidik sebanyak 90 orang, namun pada tahun lalu ada sebanyak 20 orang penyidik dari Polri yang ditarik sehingga berkurang menjadi 70 orang. Dari 70 orang itu kemudian ada 7 orang penyidik yang tidak melanjutkan karena ingin berkarir di kepolisian.

“Jumlah 62 orang penyidik itu sedikit sekali kalau dibandingkan dengan laporan pengaduan yang masuk,” kata Dedi saat memberikan sambutan mewakili Ketua KPK Abraham Samad yang batal hadir karena ada rapat pleno di KPK. Dedi menyampaikan ini saat launching becak model antikorupsi di Asri Medical Center (AMC) di Jl HOS Cokroaminoto, Yogyakarta, Rabu (23/4/2014).

Ada Yang Ditarik Ada Yang Dipacari

Menurut Dedi, sebelumnya jumlah penyidik sebanyak 90 orang, namun pada tahun lalu ada sebanyak 20 orang penyidik dari Polri yang ditarik sehingga berkurang menjadi 70 orang. Sampai saat ini dari jumlah yang ditarik itu belum mendapat penggantian. Dari 70 orang itu kemudian ada 7 orang penyidik yang tidak melanjutkan karena ingin berkarir di kepolisian.

“Tinggal 63 orang. Eeh kemudian ada satu orang penyidik yang dipacari Angelina Sondakh. Berkurang satu lagi,” kata Dedi sambil tertawa.

Meski berkurang, lanjut dia, hal itu tidak menyurutkan semangat KPK untuk memberantas korupsi dengan melibatkan masyarakat seperti para pengemudi becak, buruh gendong pasar dan lain-lain. Dedi juga mengaku senang dan mendukung upaya MPM Muhammadiyah ynag ikut memberantas korupsi. Sebab memberantas korupsi adalah bukanlah hal mudah.

“Ini dapat menyalakan harapan bangsa dan jadi penyemangat yang sangat berarti,” katanya.

Dedi juga bercerita ketika KPK melakukan studi banding di Brunei. Negara dengan sumber penghasilan utama adalah minyak itu adalah hampir sama dengan Indonesia. Namun di Brueni cadangan minyak tidak lama lagi sekitar 9 tahun ke depan akan habis. Sultan Brunei atas nama rakyat Brunei kemudian berupaya membeli aset-aset properti, obligasi dan saham di negara-negara lain.

“Ada banyak pelajaran yang kita dapat dari Brunei terutama soal minyak dan ada praktek korupsi di situ,” pungkas Dedi.

Penggeledahan

Meski dengan jumlah oenyidik yang sangat terbatas  aktivitas yang dilakukan KPK tak mengendor. Kemarin .  KPK telah melakukan rangkaian penggeledahan terkait kasus korupsi pengadaan e-KTP. Ternyata, kantor Mendagri Gawaman Fauzi tak luput dari upaya penggeledahan itu.

“Kemarin, salah satunya yang digeledah adalah kantor Kemendagri,” ujar Jubir KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (23/4/2014).

Sejumlah dokumen penting diamankan dalam aksi penggeledahan di kantor Mendagri itu. Dokumen dalam bentuk soft file juga tak luput disita. Ada beberapa dokumen, termasuk yang dalam bentuk soft file, jelasnya.
 Johan tak menjelaskan ruangan mana saja yang digeledah sehingga belum jelas apakah ruang kerja Gamawan Fauzi ikut digeledah atau tidak.

Terkait penyidikan korupsi e-KTP, penyidik KPK juga melakukan penggeladahan di dua tempat lain pada Selasa 22 April 2014. Dua tempat itu yakni kantor Dirjen Dukcapil di Kalibata dan kantor PT Quadra Solution di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (AL)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru