Sunday, December 09, 2018
Home > Berita > Korea Utara Ancam Batalkan Pertemuan Puncak dengan Donald Trump

Korea Utara Ancam Batalkan Pertemuan Puncak dengan Donald Trump

Pimppinan Korut Kim Jong-un dan Donald Trump.(Foto:EPA/BBC News)

Pimppinan Korut Kim Jong-un dan Donald Trump.(Foto:EPA/BBC News)

Mimbar-Rakyat.com (Pyongyang) –  Korea Utara akan mempertimbangkan kembali untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden AS Donald Trump jika AS secara sepihak bersikeras meminta Korea Utara (Korut) menyerahkan senjata nuklir.

Pertemuan yang sangat diantisipasi antara Trump dan Kim Jong-un direncakan berlangsung pada 12 Juni 2018 di Singapura. Rencana itu disepakati setelah Korea Utara mengatakan berkomitmen untuk denuklirisasi semenanjung Korea. Demikian dilaporkan BBC News.

Kantor berita Korut,  KCNA mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Kim Kye-gwan menyatakan; bahwa jika AS “memojokkan kami dan secara sepihak menuntut kami menyerahkan senjata nuklir, kami tidak akan lagi berminat melakukan pembicaraan dan harus mempertimbangkan kembali apakah kami akan menerima yang akan datang. Pelaksanaan KTT antara DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea) -AS “.

Kim mengatakan Korea Utara “memiliki harapan besar KTT akan mengarah pada berkurangnya situasi (ketegangan)  di Semenanjung Korea dan dianggap sebagai langkah besar untuk membangun masa depan yang hebat. “Namun, sangat disayangkan bahwa AS memprovokasi kita menjelang KTT dengan memuntahkan pernyataan yang menggelikan.”

Sebelumnya pada hari Rabu, Korea Utara menarik diri dari pembicaraan yang dijadwalkan dengan Korea Selatan. Para pejabat dijadwalkan bertemu di zona demiliterisasi antara kedua negara untuk membahas rincian lebih lanjut dari perjanjian yang mereka buat pada pertemuan bersejarah bulan lalu.

Namun Korea Utara mundur, marah dengan dimulainya latihan militer besar Korea Selatan-AS. Latihan – yang dinamakan Max Thunder – akan berlangsung sekitar waktu Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan, tetapi ditunda karena menurunnya hubungan Utara-Selatan. Padahal Korea Utara sebelumnya mengatakan memahami bahwa latihan perlu dilakukan.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru