Saturday, December 14, 2019
Home > Berita > Korban ‘Predator Seks’ Emon, Kini Jadi Tersangka Sodomi 6 Bocah

Korban ‘Predator Seks’ Emon, Kini Jadi Tersangka Sodomi 6 Bocah

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.COM (Sukabumi) – Masih ingat kasus ‘predator seks’ Andri Sobari alias Emon yang divonis 17 tahun di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada 2014 silam? Ternyata salah satu korbannya J, 15, kini menjadi tersangka penyodomi 6 bocak laki- laki. Kasusnya tengah dielusuri petugas Polres Sukabumi Kota.

Hasil penyidikan sementara, diketahui semua korban pencabulan J berusia antara 4 hingga 10 tahun. Korbannya merupakan tetangganya di wilayah Kecamatan Citamiang.

Aksi cabul J dilakukannya di beberapa tempat, di antaranya di kamar mandi umum dan kolam warga yang seringkali dijadikan tempat berenang anak-anak.

Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Devi Farsawan, Minggu (11/12) menuturkan, dari pengakuan tersangka memang dirinya pernah menjadi korban pencabulan terpidana Emon. Tersangka merupakan korban broken home karena kedua orangtuanya bercerai dan kini tinggal di rumah neneknya.

“Peristiwa itu terjadi pada pertengahan November lalu, dengan korban baru diketahui enam orang yang masih anak-anak. Para korban mengaku digesek-gesek di bagian anusnya oleh tersangka dan kini masih menunggu hasil visum,” kata Devi kepada wartawan.

Dijelaskan Devi, ibarat efek domino ternyata salah seorang korban J melakukan perbuatan serupa kepada dua anak lainnya. “Seorang korban J juga dilaporkan karena diduga melakukan perbuatan serupa kepada dua anak lainnya. Total korban menjadi 8 anak dengan dua pelaku,” jelasnya.

Di PN Sukabumi, terpidana Andri Sobari alias Emon divonis 17 tahun hukuman penjara dan denda Rp 200 juta. Putusan ini lebih tinggi dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi. Sebelumnya JPU menuntut 15 tahun penjara dengan denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan.

Terdakwa Emon dianggap JPU terbukti bersalah sesuai pasal 82 undang-undang nomor 23/2002 tentang perlindungan anak jo 65 ayat 1 KUHP. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru