Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Korban Banjir Baleendah, Bandung Bertahan di Pengungsian

Korban Banjir Baleendah, Bandung Bertahan di Pengungsian

Warga Baleendah di pengungsian (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Bandung) – Puluhan kepala keluarga (KK) korban banjir di Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang, Kabupaten Bandung masih bertahan di posko pengungsian karena takut banjir datang lagi.

Pantauan di lapangan, Selasa (15/1), banjir sudah mulai surut untuk di daerah rendah. Banjir surut hingga 50 sentimeter. Di daerah tinggi, banjir tampak sudah surut tapi masih menyisakan lumpur dan genangan air.

“Belum kembali pulang karena khawatir takutnya udah pulang terus banjir lagi jadi kami masih bertahan di sini. (Sisa) banjirnya juga belum dibersihkan,” ujar Netty (39), seorang pengungsi asal RT 3/9, Kampung Jambatan Cigosol, Kecamatan Andir.

Netty menambahkan, dia juga harus mengurus para pengungsi di Gedung Inkanas sehinggi tidak akan pulang sebelum para pengungsi kembali ke rumahnya masing-masing.

Menurut Netty, saat ini yang masih bertahan di pengungsian Gedung Inkanas terdapat 58 KK dengan 177 jiwa. Mereka berasal dari RW 6, 7, 8, 9, dan 10, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah. Mereka telah berada di pengungsian sejak dua hari lalu.

“Walaupun dari kemarin cuaca cerah enggak ada hujan, tapi kami masih bertahan di sini karena takut ada banjir susulan,” ujar Netty.

Warga Andir lainnya, Teny Haryati (34), mengaku kesal dengan peristiwa banjir yang terjadi setiap tahun. Mengungsi ke Inkanas sudah menjadi agenda rutin bagi Teny dan para tetangganya itu.

“Sudah sering saya ke sini (ngungsi) hampir satu tahun tiga kali atau minimal satu tahun dua kali dan itu sudah rutin. Jenuhlah, kesel ingin segera punya tempat yang lebih aman tidak lagi mengalami banjir yang rutin terjadi,” katanya di pengungsian. (T/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru