Saturday, August 19, 2017
Home > Berita > Komunikasi Masih Menjadi “PR” Tim Arden

Komunikasi Masih Menjadi “PR” Tim Arden

Sean Gelael dan Norman Nato. (mimbar-racom)

MIMBAR-RAKYAT.com (Budapest) – Perjuangan pebalap Indonesia Sean Gelael yang memulai lomba dari posisi ke-20  dan finis di posisi kesembilan pada balapan Feature di sirkuit Hungaroring, Budapest, Hongaria,  Sabtu, cukup fantastis, namun hasil mengesankan itu pupus seketika dengan penalti 10 detik akibat regulasi DRS.

Pagi hari sebelum balapan Feature, tim FIA sebenarnya sudah mensosialisasikan aturan DRS kepada semua tim principal, tetapi sangat disayangkan tim Arden tidak mengkomunikasikan regulasi DRS ini kepada para pebalapnya.

Pada balapan di Hungaroring, pemakaian DRS baru bisa dilakukan setelah pebalap melewati area start dan finish pada putaran kedua di zona DRS, bukan pada titik awal zona DRS yang berada sebelum garis start dan finis, demikian diungkapkan manajer media Sean Gelael, Aswin Rizal Harahap.

Rekan setim Sean,  Norman Nato selamat dari aturan DRS karena Nato harus start dari pit akibat mengalami gangguan teknis pada mobilnya, kata Aswin.

“Dengan memulai balapan dari pit, posisi Nato dengan pebalap lain agak jauh tertinggal. Nato pun tidak bisa memakai keuntungan DRS karena jarak dengan pebalap lain lebih dari satu detik,” ujar Aswin.

Akibat sanksi penalty 10 detik ini, posisi Sean melorot ke urutan 14 dan kehilangan kesempatan mendapat dua poin. Sean pun akan memulai balapan Sprint pada hari Minggu dari posisi ke-14.

Sementara Nato, yang finis di posisi ketujuh pada feature race akan memulai balapan sprint dari urutan kedua dan berpeluang meraih podium.  (sp/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru