Wednesday, October 18, 2017
Home > Berita > Komisi Wisata IMI Pusat koordinasi program kerja mulai 2018 untuk sport & tourism

Komisi Wisata IMI Pusat koordinasi program kerja mulai 2018 untuk sport & tourism

Sekretaris Jenderal IMI Pusat, Jefrrey JP berbicara dalam pertemuan langsung dengan Komisi-Komisi Wisata IMI di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan pada Kamis (3/8). (mimbar-rakyat.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat mengadakan pertemuan dengan komisi wisata IMI di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Kamis (3/8) guna membahas lebih lanjut mengenai kegiatan wisata IMI yang perlu ditingkatkan di Tanah Air.

Dalam pertemuan tersebut, IMI mengimbau agar momentum kegiatan wisata dapat berjalan sesuai dengan rencana mulai tahun 2018 secara konkrit dan nyata, sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara bersama-sama melalui program kerja.

Pada program kerja itu, diharapkan kegiatan wisata sepeda motor maupun mobil berlangsung berkelanjutan, seperti road safety, touring, bakti sosial, sekaligus merumuskan agenda kerja bidang wisata untuk jangka pendek, menengah, serta jangka panjang.

Di sela-sela pertemuan, Jefrrey JP selaku Sekretaris Jenderal IMI Pusat menyatakan, pertemuan itu merupakan lanjutan dari program yang diberikan saat FIA Region II Roundtable Meeting di Selandia Baru akhir pekan lalu.

Ia mengatakan, pengetahuan yang baru didapat perlu disosialisasikan bersama seluruh komponen IMI di bidang Wwsata dan juga berharap agar nantinya kegiatan wisata otomotif dapat terus dikembangkan.

“Dengan terbentuknya komisi wisata, kami berharap agar kegiatan IMI di bidang wisata dapat tumbuh dan berkembang sehingga aktivitas keselamatan berkendaraan (Road Safety) ; Wisata & Touring serta Social Responsibility di Indonesia bisa sejajar dengan bidang olahraga IMI yang selama ini sudah berjalan,” katanya.

“Lewat momentum ini,” tambahnya, “Kami juga mengimbau agar para pengurus IMI Pusat & Daerah dapat menjalin kemitraan multi sektoral dengan pemerintah pusat / daerah ; produk (csr) serta para penggemar otomotif nantinya.”

Selain dihadiri Jeffrey JP,  pertemuan itu juga melibatkan beberapa pengurus IMI Pusat lainnya, seperti Dyan Dilato (Ketua Komisi Safety Sepeda Motor), Dodi Irawan (Sekretaris Umum), Christine Gunadi (Sekretaris Wisata) serta Aditya Christian (Ketua Komisi Wisata Sosial).

Selama ini, IMI sudah bermitra dengan berbagai komponen (Federasi ; Assosiasi ; Klub2) pelaku otomotif Indonesia didalam Komisi-komisi Wisata seperti IOF, PPMKI, Mercedes Benz Indonesia, IAS, Euro Retro, Batavia Classic Bike, Vespa Club Indonesia, Honda Beat, NMAX, Velors, Honda CB, Honda Tiger, HD Sporter Indonesia, IOX, BSD Road Safety, Rifat Driving Labs dan berbagai pelaku Road Safety Program serta beberapa IMI Provinsi dari Bali, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Jeffrey menambahkan, “Komisi-komisi Wisata yang telah terbentuk akan merumuskan Prosedur/Panduan (SOP) dan kalender nasional mulai 2018 dari masing-masing bidang untuk disosialisasikan keseluruh IMI Provinsi di Indonesia serta dibahas bersama pada saat Rapat Koordinasi IMI 2017 bidang Wisata pada 4 Oktober 2017  di Jakarta untuk disepakati sebagai Program Kerja bidang Wisata IMI 2018 ke depan di Rakernas IMI 2017 di Palembang pada 15 – 17 Desember 2017.

Diharapkan agar nantinya program kerja bidang Wisata IMI dapat terkoordinasi dan berjalan dengan baik untuk menggali potensi yang dapat dikembangkan sesuai bidangnya, guna menimbulkan paradigma masyarakat Indonesia bahwa organisasi Ikatan Motor Indonesia bukan hanya beraktivitas di Olahraga (Motorsport).

“Tetapi juga memiliki kegiatan positif di Wisata (Mobility) sebagai bagian program menengah panjang dengan moto  Sport & Tourism,” kata Jeffrey.  (sp/kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru