Wednesday, March 20, 2019
Home > Berita > Komisi I DPR Kutuk Teror Bom di Sibolga: Mereka Ingin Kacaukan Situasi

Komisi I DPR Kutuk Teror Bom di Sibolga: Mereka Ingin Kacaukan Situasi

Polisi berjaga di lokasi terjadinya ledakan diduga bom di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumut. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar, Meutya Hafid, angkat bicara terkait aksi teror di Sibolga. Anggota Komisi I DPR itu mengutuk keras aksi teror yang dilakukan terduga teroris Husain alias Abu Hamzah hingga melukai aparat kepolisian saat dilakukan penggerebekan.

“Saya selaku pribadi dan Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar mengecam keras segala bentuk aksi teror termasuk aksi bom yang melukai aparat kepolisian di Sibolga,” ujar Meutya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/3).

Juru bicara TKN Jokowi-Ma’ruf Amin itu juga menilai kejadian di Sibolga bukan hanya menjadi ancaman bagi masyarakat Sumatera Utara, tetapi juga rakyat Indonesia.

Sehingga semua pihak, kata Meutya, tentu tidak bisa menerima alasan apapun di balik perilaku brutal dan keji mereka.

“Siapa pun di balik kejadian ini, mereka adalah penebar teror bagi warga serta ingin mengacaukan situasi dan kondisi Indonesia yang aman, tenteram dan damai,” katanya.

Menurut Meutya, kejadian ini menunjukkan bahwa keberadaan teroris memang ada dan dapat muncul setiap saat. Sehingga warga perlu mewaspadai berbagai potensi yang mengarah pada hal tersebut.

“Kita perlu meningkatkan dukungan yang penuh kepada aparat keamanan untuk bekerja dalam rangka menjaga keamanan dari segala potensi ancaman,” ucap kata Meutya.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menyergap rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumut pada Selasa (13/3) siang.

Hamzah kemudian ditangkap. Namun di rumah yang ada istri dan anak Hamzah itu telah ada rangkaian bom yang sudah terpasang. Satu di antaranya meledak dan melukai petugas.

Polisi kemudian melakukan negosiasi dengan istri Hamzah agar menyerahkan diri ke Densus 88. Akan tetapi upaya negosiasi yang dipimpin Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dengan mendatangkan ulama dan Hamzah langsung ke TKP tak berhasil.

Istri Hamzah akhirnya meledakkan diri pada Rabu (13/3) sekitar pukul 01:30 WIB. (K/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru