Wednesday, March 20, 2019
Home > Berita > “Kodok”..”Kanguru”..”Shooting”

“Kodok”..”Kanguru”..”Shooting”

Pelatih bola basket dari akademi NBA Jr, Katrina Hibbert, mengabadikan aksi bocah yang mencoba memasukkan bola ke dalam keranjang di TK Al Istiqomah, Kawi-Kawi Atas, Jakarta Pusat, Rabu, 20/2/2019. (arl)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Terdengar suara memberi komando, “kodok”, “kanguru”, “shooting” dan tubuh kecil itu pun berusaha melepas bola dari tangannya, ditujukan ke keranjang dan meleset, meleset lagi.

Istilah “kodok” itu adalah instruksi agar si anak jongkok seperti kodok, kemudian kata “kanguru” agar berdiri dan “shooting” merupakan komando agar si anak meloncat sembari berusaha memasukkan bola ke keranjang yang ditancapkan di tiang sekitar 1.5m.

Sebanyak 32 siswa taman-kanak-kanak (raudah athfal) Al Istiqomah di Jalan Percetakan Negara I / Kawai-Kawi Atas, Rabu pagi (20/2/2019) bersorak-sorai gembira, bergantian mencoba memasukkan bola ke dalam keranjang, kendati hanya seorang yang berhasil.

Bagaimana mereka tidak gembira? Acara game olah raga itu baru pertama dialami mereka dan yang membuat mereka kelihatan begitu antusias, pelatih mereka adalah seorang “bule” mantan pemain bola basket kondang dari Australia, Katrina Hibbert.

“Mereka luar biasa, saya senang melihat mereka,” kata Katrina yang memberikan contoh berbagai gerakan bola basket, mulai dari pemanasan (warming-up), hingga bagaimana cara melemparkan bola yang cukup besar itu ke dalam keranjang.

Katrina merupakan pelatih (coach) dari akademi NBA Jr untuk wilayah Asia Tenggara dan dalam beberapa bulan ini sudah mendatangi sekitar 60 sekolah mulai dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Akademi pelatih Junior NBA bertujuan untuk semakin mengembangkan olah raga basket melalui teknik dasar pelatihan lapangan, penguatan dan pengkondisian tubuh.  Melalui pelatihan,  guru olah raga diharapkan dapat mengajarkan teknik basket kepada pada anak didiknya.

Katrina memberi penjelasan. (arl)

“Saya pertama kali memberikan klinik di Probolinggo. Dalam satu hari saya memberikan kepelatihan sebanyak lima sampai enam kali. Ini program kepelatihan yang diadakan NBA Jr di berbagai negara dunia. Selain sekolah taman kanak-kanak, saya juga datang ke sekolah tingkat SD, SMP dan SMA,” kata Katrina, kelahiran Melbourne pada 29 September 1977.

“Selain siswa sekolah, saya juga memberikan coaching clinic pada para pelatih,” kata Katrina, yang sudah melakukan hal sama di Thailand, Filipina, Malaysia dan dari Indonesia ia akan berkunjung ke Vietnam.  Ia datang ke RA Al Istiqomah di Jalan Percetakan Negara I atas kerja sama dengan IGRA (Ikatan Guru Raudah Athfal) Kota, Jakarta Pusat.

Katrina adalah anggota tim nasional bola basket Australia pada 2000-an dan meraih medali emas pada pesta olahraga negara Persemakmuran 2006.

Belum lagi usai sekolah tingkat SMA, ia pergi ke Amerika Serikat karena mendapat bea-siswa dan selama empat tahun bermain dalam tim Universitas Lousiana. Ia pun pernah masuk tim NBA putri bersama Seattle Storm.

Dalam laga Liga Basket Putri (WNBL) di Australia, ia bermain sebanyak 112 games untuk tim Bulleen Boomers. Ia pernah dua kali mendapat penghargaan “the most valuable playar” pada 2004 dan 2005. Ia juga mendapat gelar WNBL All-Star Five pada 2004, 2005 dan 2006 sebelum mundur dari kompetisi bola basket pada Maret 2009.

Si bocah tidak ragu dan sungkan, luar biasa. (arl)

Selama di Indonesia sejak penghujung tahun lalu, ratusan guru olahraga dari berbagai  sekolah di Jawa Tengah mendapat pelatihan teknik dasar bermain bola basket dari akademi pelatih Junior NBA, salah satu pelatihnya adalah Katrina Hibbert.

Katrina menjelaskan, sudah ada pemain dari 43 negara yang pernah mewakili negara masing-masing bergabung dalam NBA. Ia mengharapkan ke depan akan ada pemain dari Indonesia yang ikut bergabung.

Foto bersama usai latihan. (arl)

“Untuk itu pelatihan basket sejak usia sekolah sangat diperlukan guna menghasilkan atlet basket profesional,” kata Katrina.

Perkenalan dulu dengan guru Umi Uriah dan Nur Jannah serta para siswa, sebelum latihan dimulai. (arl)

Siswa TK Al Istiqomah yang masih berusia antara lima sampai enam tahun, tentu amat gembira dilatih mantan pemain kawakan dunia, Katrina, kendati hanya sekitar 45 menit.

“Ayo kodok..kanguru..shooting,” suara pun bergemuruh terlebih ketika Katrina memberi aba-aba “hidung” yang berarti bertepuk tangan  berbarengan.

Para siswa kelihatan seperti merasa masih kurang puas, tapi acara usai ditandai dengan bersalaman dengan Katrina, setelah berfoto bersama, dan banyak bocah sembari mengusap keringat yang mengalir di dahi mereka.   (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru