Tuesday, December 10, 2019
Home > Berita > Khatib Ied Dedy Martoni: Peradaban kini memerlukan manusia bertakwa

Khatib Ied Dedy Martoni: Peradaban kini memerlukan manusia bertakwa

Ustad H Dedy Martoni sedang khotbah Idul Fitri 1440 H di Depok. (dm)

MIMBAR-RKYAT.com (Jakarta) – Peradaban kini memerlukan manusia bertakwa yang telah ditempa dalam sekolah Ramadan, yang datang dengan tekad seorang pahlawan untuk mengubah tangis kebangkitan menjadi mimpi peradaban yang menggelorakan.

“Gelora cinta yang mempersaudarakan dan menyatukan langkah, menjadi energi yang melahirkan kerja keras yang tidak kenal lelah,” kata Ustad H Dedy Martoni dalam khobah Idul Fitri 1440 H di halaman Masjid Darussalam  Griya Tugu Asri  di Depok, Rabu.

“Peradaban kini memerlukan manusia bertakwa yang dapat menyatukan lidi-lidi yang berserakan menjadi sapu, mengurai kerumitan masalah menjadi kerangka kerja yang terang-benderang,” kata H Dedy,  yang juga direktur Azhari Islamic School Lebak Bulus Jaksel.

“Hari ini kita hadir di sini setelah menuntaskan puasa tiga puluh hari. Semoga sekolah Ramadan ini melahirkan manusia baru yang mampu menyingkap tabir antara dirinya dengan langit, yang munajatnya telah mencurahkan rahmat Allah ke dalam dirinya,” tambah H  Dedy.

Tentang situsi kekinian, Dedy Martoni mengingatkan jamaah betapa luar biasanya penderitaan yang dialami oleh saudara Muslim di seluruh dunia.

“Di depan mata kita ada 300 ribu mayat warga Syiria yang terbantai. Ada 12 juta sisanya yang menjadi pengungsi ke hampir seluruh penjuru dunia. Lalu berapakah jumlah saudara kita yang dibunuh dan dibantai di Irak, di Mesir, di Yaman, di Libya, di Rohingya dan di Uighur China ?,” katanya.

Ustad Dedy Martoni. (dm)

“Lalu berapa banyak pemuda-pemudi Palestina yang setiap hari berguguran sebagai syuhada-Nya ? Tidakkah saudara-saudara menyaksikan bagaimana para pemuda gugur pada peristiwa 21-22 Mei 2019? Dan hampir 600 orang ketua dan anggota KPPS wafat yang sampai hari ini tidak diketahui penyebabnya ? Dan masih banyak lagi peristiwa yang sangat memilukan dan menyayat hati sanubari umat,” katanya.

Setelah berbicara panjang lebar tentang situasi kekinian yang dihadapi umat muslim, Dedy menyatakan, bila kezaliman sampai pada puncaknya, Allah SWT mulai memutar arah jarum sejarah.

“Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta’ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu. Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur- hancurnya,” katanya menyitir ayat Al Quran.

Jamaah serius mendengarkan khotbah Ustad Dedy Martoni. (dm)

“Maka lihatlah bagaimana krisis ekonomi mulai melilit mereka, membangkrutkan negara dan perusahaan-perusahaan besar. Kini krisis itu telah menciptakan konflik politik di kalangan elit mereka yang sangat mendalam. Konflik elit politik itu bahkan dapat menyeret mereka ke dalam perpecahan dan perang saudara,” kata Ustad Dedy, yang juga banyak berceramah di Melbourne pada Ramadan lalu.

“Janji Allah itu hanya akan terwujud dengan kerja manusia, kerja keras kita. Kerja-kerja manusia-manusia bertaqwa. Manusia-manusia yang tunduk patuh hanya kepada Allah dan ajaran Islam yang mulia,” kata Ustad Dedy.

Ia menabahkan, dalam situasi seperti ini, umat membutuhkan pemimpin jujur, bukan pemimpin boneka, pemimpin yang punya integritas, pemimpin yang bekerja dengan penuh keyakinan dan kesabaran, memahami realitas zamannya secara mendalam, serta bekerja dengan peta jalan yang jelas,” kata Dedy.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru