Tuesday, December 10, 2019
Home > Berita > KH Hasyim Muzadi Pegang Teguh Wasiat Sang Guru KH Imam Zarkasi, Agar Tekun dan Semangat Mengajar

KH Hasyim Muzadi Pegang Teguh Wasiat Sang Guru KH Imam Zarkasi, Agar Tekun dan Semangat Mengajar

Foto kenangan Kiai Hasyim dan Gus Dur, bersama Mahfud MD, Alwi Shihab dan ulama NU. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Depok) – KH Hasyim Muzadi semasa hidup, ketekunan dan semangat mengajarnya tak lepas dari sebuah wasiat. Hal ini diungkapkan putra bungsunya bungsunya, Yusron Shidqi.

“Ayah saya itu memegang teguh wasiat gurunya terdahulu KH Imam Zarkasi yang mengatakan, ibadah seorang guru adalah mengajar,” katanya kepada wartawan di area Pesantren Al-Hikam, Jumat (17/3).

KH Imam Zarkasi adalah pendiri Pondok Pesantren Modern Gontor yang menjadi guru KH Hasyim Muzadi sewaktu kecil.

Yusron melanjutkan, meskipun ayahnya tidak meninggalkan pesan khusus untuk keluarganya, ia sebagai keluarga berkomitmen untuk terus meninggalkan amal jariyah yang telah ditinggalkan.

“Kami dari pihak keluarga berkomitmen untuk menjaga apa yang telah ditinggalkannya,” katanya.

Terkait ketekunannya mengajar, salah satu murid KH Hasyim ketika mengajar di Al-Hikam Malang, yakni Uwan Syafawi membenarkan hal itu. Dia mengungkapkan, KH Hasyim rutin mengajar setiap paginya.

“Beliau meskipun sedang sakit namun tetap mengajar,” kata Uwan Syafawi Halimi Zamzami ketika berziarah.

Pemakaman mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di areal Pesantren Al Hikam, Depok, berlangsung khidmat, Kamis lalu. Jumlah orang yang mengantarkan almarhum ke pusara mencapai ribuan orang, termasuk Wapres Jusuf Kalla.

Sehari setelah wafatnya, makam beliau ramai dikunjungi masyarakat. Dari pagi hingga siang ini, ada sekira ratusan orang yang silih berganti berziarah untuk mendoakan almarhum.

Para peziarah itu ada yang datang hanya untuk mendoakan alharmum, ada juga yang membacakan ayat suci Alquran. Tapi di antara mereka, ada pula yang tak ketinggalan selfie di area makam, setelah berdoa.

Yusron Shidqi mengatakan, untuk prosesi khataman Alquran di sekitar makam akan dilaksanakan selama 40 puluh hari. Hal itu sesuai dengan wasiat almarhum ketika masih hidup.

Dijelaskan, untuk pelaksanaan khataman Alquran kebanyakan dilakukan oleh santri, orangtua santri dan warga sekitar yang mau meluangkan waktunya.(joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru