Saturday, July 04, 2020
Home > Headline > Ketupat pun Sudah Mengandung Boraks dan Formalin

Ketupat pun Sudah Mengandung Boraks dan Formalin

Makanan mengandung formalin dan boraks di Jalan Sabang,

Makanan mengandung formalin dan boraks di Jalan Sabang, Jakarta Pusat (kompas.com)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Makanan mengandung zat berbahaya seperti boraks dan formalin sudah terdapat di berbagai tempat, termasuk ketupat yang terdapat di kawasan kuliner Jalan Sabang, Jakarta Pusat. 

Ini diketahui ketika Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan DKI Jakarta menemukan beberapa bahan makanan mengandung kand zat kimia berbahaya dalam inspeksi mendadak bersama Pemerintah Kota Jakarta Pusat di kawasan kuliner Kampung Lima, Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (23/5).

BPOM menemukan lima bahan makanan yang telah diuji dan terbukti mengandung bahan kimia jenis formalin dan boraks di kawasan tersebut.

Kelima jenis makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut adalah tahu putih, tahu kuning, tahu siomay, kwetiau, dan ketupat. Makanan yang diuji tersebut diambil secara acak oleh BPOM dari para pedagang yang berjualan di kawasan kuliner itu.

“Kami telah menemukan lima sampel makanan berbahaya, tiga jenis tahu dan kwetiau mengandung formalin, dan ketupat mengandung boraks,” ujar Kepala BPOM DKI Jakarta Dewi Prawita Sari di Kampung Lima Sabang, Jakarta Pusat.

Setelah uji laboratorium selesai, BP POM akan menginvestigasi dan mencari tahu asal bahan makanan yang mengandung bahan berbayat tersetbu. “Kami akan tanya sumber pembeliannya dan nanti akan ditelusuri lagi,” kata Dewi.

Untuk menindaklanjuti temuan dalam sidak, BPOM bersama Pemkot dan Suku Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Jakarta Pusat akan memberikan pembinaan terhadap para pedagang kaki lima di Kampung Lima.

Kepala Suku Dinas UMKM dan Perdagangan Jakarta Pusat Ety Syartika mengatakan, pembinaan dan penyelidikan akan dilakukan terlebih dahulu sebelum menjatuhkan sanksi kepada paga pedagang.

“Kami akan melakukan tahap pembinaan. Kawasan ini merupakan kawasan PKL yang ditata, seharusnya dijamin keamanan makanan yang dijual untuk konsumen,” kata Ety.

Dalam sidak itu,  diperiksa 16 sampel bahan makanan dan olahan dan lima di antaranya terbukti mengandung borax dan formalin.

Sidak yang dipimpin oleh Walikota Jakarta Pusat, Mangara Pardede didampingi Kasudin Kelautan dan Pertanian Jakarta Pusat, Mulyadi serta Kepala Balai Besar POM DKI Jakarta, Dra Dewi Prawitasari, terlihat sudah dimulai sejak pukul 09.00.

Rombongan yang datang dari arah Selatan atau Jalan Sabang, terlihat menyisir dan mengumpulkan sampel dari berbagai macam penganan yang dijual pedagang.

Tercatat sebanyak 16 jenis bahan makanan diambil untuk dilakukan pengujian, diantaranya, pisang molen, jamur cryspi, tahu, kerupuk, sate ati ampela, lontong, bubur ayam dan pilus.

Keseluruhan sampel bahan makanan maupun olahan tersebut diuji langsung lewat empat alat uji, yakni uji pewarna buatan seperti tes kit Rhodamin B dan Metanil Yellow serta uji borax lewat tes kit borax dan Formalin. (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru