Saturday, December 07, 2019
Home > Politik > Ketua Mahkamah Partai Muladi : Perpecahan Akibat Kalah Pileg dan Pilpres

Ketua Mahkamah Partai Muladi : Perpecahan Akibat Kalah Pileg dan Pilpres

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Ketua Mahkamah Partai Golkar Prof Muladi  mengatakan penyebab perpecahan di tubuh partai beringin adalah buntut kekalahan beruntun di Pileg dan Pilpres 2014. Persoalannya adalah Golkar tak siap menjdi oposisi. Dalam sejarah Golkar selalu berada di pemerintahan.

“Ini sebetulnya  akibat kekalahan Pileg dan Pilpres, terus kita menjadi oposisi, ikut KMP,” kata Muladi kepada wartawan di Kantor DPP Golkar Slipi, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

“Ketidaksiapan Golkar menjadi oposisi, menimbulkan cultural shock dan ada perbedaan pendapat yang ingin ke sana dan ada yang ke sini. Dalam seumur hidup Golkar baru kali ini jadi oposisi. Sekarang dijadikan oposisi yang diandalkan  oleh KMP,” katanya.

Lalu bagaimana menyelesaikan persoalan ini? Muladi menempatkan Mahkamah Partai di tempat yang netral. “Yang bisa menyelesaikan tokoh senior seperti Pak JK, Pak Akbar dan lainnya,” ujar mantan menteri ini kepada wartawan di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Untuk menyelesaikan persoalan di Golkar yang semakin meruncing, para senior Golkar itu harus duduk bersama. Tapi untuk mempersatukan para senior Golkar itu bukan hal yang mudah.

“Caranya mempertemukan dua-duanya, tapi masalah Munas ini akan dilakukan di Bali. Persoalan di Bali itu harus kuorum yang hadir harus 1.700 orang, kalau nggak kuorum repot,” katanya.

Dia berharap panitia Munas memperhatikan saran dari JK yang juga mantan Ketum Golkar, agar Munas tidak berakhir dengan perpecahan yang lebih parah lagi.

“Yang penting sesuai usul Pak JK proses Munas harus transparan dan akuntabel, kuorum, sidang tertutup. Yang saya khawatirkan 7 orang ini tidak hadir di sana,” pungkasnya.

Harapkan hadir

Wasekjen Partai Golkar Nurul Arifin masih berharap Agung Laksono cs hadir di Bali dan Golkar tak terpecah belah seperti PPP.” Golkar tidak ingin dibuat seperti PPP. Kita juga tidak ingin menumbuhkan golkar perjuangan,” kata Nurul yang juga anggota SC Munas Bali di gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Nurul mengatakan, dia tetap berada di kubu Aburizal Bakrie karena itu kepengurusan yang sah hingga saat ini, begitu juga dengan munas yang akan digelar di Bali 30 November ini. Pihaknya kini mengantisipasi perpecahan jangan sampai ada dua kepengurusan didaftarkan di Kemenkum HAM.

‎”Kkita ingin konsisten. Siapapun pimpinannya kita ingin ada di KMP. Katakanlah Partai Golongan Karya, karya itu kan tidak harus nempel dengan pemerintah. Tapi kita bisa berkarya untuk mengkritisi,” ujarnya menegaskan posisi Golkar di KMP.

Diam-Diam

Sebagai sesepuh Golkar , Jusuf Kalla diam-diam sudah bergerak untuk menangani kisruh Golkar  Ternyata JK telah bertemu dengan Ketua Presidium Penyelamat Partai Golkar Agung Laksono.

“Loh kok tahu,” kata JK saat ditanya soal pertemuannya dengan Agung Laksono. JK menjawab pertanyaan usai menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2014).

Pertemuan JK dan Agung Laksono dihelat di rumah dinas wapres, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB pagi tadi. Keduanya membahas soal upaya mempersatukan Golkar.”Pembicaraan biasa, gimana kondisi Golkar agar bersatu,” ujar JK.

JK mulai turun tangan untuk menyelesaikan konflik di partainyaMmantan Ketum Golkar itu memang mulai bicara lantang terkait sejumlah kisruh di internal Golkar menjelang munas, terutama setelah Agung Laksono cs membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar. JK bahkan blak-blakan mengungkan banyaknya kader Golkar yang mengeluhkan kepemimpinan Ical, sampai puncaknya pada penolakan terhadap percepatan Munas hingga pembentukan presidium. (ais)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru