Tuesday, January 28, 2020
Home > Nasional > Ketua KPU dan Ketua MK Dikawal Ketat

Ketua KPU dan Ketua MK Dikawal Ketat

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Polda Metro Jaya menerapkan pengawalan ketat kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik, terkait ancaman penangkapan oleh Ketua DPD Gerindra Jakarta M Taufik.

Tidak hanya itu,seluruh hakim Nahkamah Konstitusi dan pimpinan Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu juga mendapatkan pengawalan personil kepolisian. Ini juga ada kaitannya dengan ancaman dan terror yang diterima ketua MK dan keluarganya beberapa waktu lalu.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dwi Priyatno mengatakan, pengamanan untuk Ketua KPU itu melibatkan satuan Brimob dan polisi obyek vital (Obvit).

“Ketua KPU dikawal empat personil yang terdiri dari dua polisi objek vital (obvit) dan dua Brimob. Kami juga sudah koordinasi dengan Sekjen KPU untuk pengawalan,” ungkap Dwi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (11/8/2014).

Dwi menambahkan, pengawalan melekat juga berlaku kepada komisioner KPU lainnya. Masing-masing komisioner akan mendapatkan pengawalan dua personil polisi.

“Para Ketua akan dijaga empat personil polisi yang terdiri dari satuan obvit dan Brimob. Sedangkan anggota dapat penjagaan dua personil polisi. Mereka akan menjaga selama 24 jam, dengan sistem shift,” tambah Dwi.

Patung Husni Dihajar

Massa pendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang memenuhi area gedung Mahkamah Konstitusi meluapkan emosi dengan menghajar boneka berwajah Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik. “Dia pelaku kecurangan,” ujar seorang pendukung Prabowo-Hatta dari Jaringan Muda Nusantara, Andri Akmal, saat berorasi di depan gedung Mahkamah Konstitusi, Senin, 11 Agustus 2014.

Boneka itu dibuat menyerupai manusia dengan kemeja abu-abu, celana panjang, dan dasi biru. Pada bagian wajahnya dipasang foto wajah Husni Kamil Manik. Sambil mendengarkan orasi, sejumlah pendukung meluapkan emosi dengan memukuli boneka itu.

Massa Prabowo-Hatta juga melontarkan kata-kata kotor yang ditujukan kepada Husni. Setelah menghancurkan boneka, pendukung Prabowo-Hatta terus meneriakkan kecaman terhadap KPU.

Tidak Pantas

Juru Bicara Jokowi-JK Khofifah Indar Parawansa menyayangkan ancaman yang dilayangkan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik, yang akan menangkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Malik.

Khofifah menilai KPU sudah melaksanakan seluruh tahapan Pilpres 2014dengan penetapan pasangan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada 22 Juli lalu. Menurutnya, ancaman Taufik tak akan mengubah keadaan.

“Ancaman itu tidak pantas dilakukan siapapun yang tidak puas terhadap hasil proses demokrasi,” ujar Khofifah di Jakarta, Senin (11/8/2014). Apalagi, mekanisme pemilu dipublikasikan secara terbuka dengan proses pengawasan berjenjang.

Ia mengapresiasi  langkah Komisoner KPU yang melaporkan ancaman Taufik terhadap Husni kepada pihak kepolisian untuk menjaga demokrasi di Indonesia.

“Dan Polri sebaiknya segera menindaklanjuti laporan pihak yang mendapat ancaman, agar tidak mengarah kepada demoralisasi terhadap mekanisme demokrasi sekarang dan yang akan datang,” imbuh Khofifah. (Ais)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru