Thursday, June 20, 2019
Home > Cerita > Ketika Setan Dibelenggu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Ketika Setan Dibelenggu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Ilustrasi: Masjid Al-Aqsa Palestina (Arab News)

Ilustrasi: Masjid Al-Aqsa Palestina (Arab News)

oleh:Djunaedi Tjunti Agus

 

ketika ayat-ayat Mu ku baca

ketika ayat suci berkumandang

hati ini terasa nyaman, damai

kadang air mata mengalir

lain waktu sampai terisak-isak

dalam dada muncul gelora

ada sesal, ada pula kerinduan

 

Ramadhan mengubah segalanya

ingat dosa, terkenang masa lalu

berbagai kesalahan muncul

datang berebutan susul menyusul

kebaikan ada, tapi tak seberapa

ampuni hamba ya Allah

jadikan bulan suci ini bermakna

mengantar hamba ke jalan Mu

 

ketika pintu surga di buka

saat pintu neraka ditutup

ketika setan-setan dibelenggu

hamba berharap hidayah Mu

taubat hamba dapat diterima

semua kesalahan diampuni

hati dibukakan untuk kebaikan

ditutup untuk jalan-jalan salah

 

Allahu Akbar, Maha Penyayang

Tuhan Maha Pengabul doa

terimalah doa hamba

bebaskan hamba dari dosa-dosa

bersihkan hati dan jiwa hamba

tuntun ke jalan lurus

mulus menuju hari akhir

menuju hariban Mu di sana

 

ketika setan-setan dibelenggu

semoga hamba tak lagi tergoda

lindungi hamba dari kesesatan

jadikan hampa tak lagi tergoda

selalu tegar di jalan Mu

jangan biarkan hamba tergelincir

jadikan Ramadhan bermakna

bebas dari segala dosa-dosa

 

*Jakarta 14052019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru