Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Kesehatan Awak Bus Sekolah di Jakarta Diperiksa, Berpengaruh Pada Siswa

Kesehatan Awak Bus Sekolah di Jakarta Diperiksa, Berpengaruh Pada Siswa

Suasana pemeriksaan kesehatan awak bus sekolah. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Ratusan sopir dan pembantu pramudi Unit Pengelola Angkutan Sekolah (Upas) menjalani pemeriksaan kesehatan, di kantornya Jalan Raya Pondok Gede, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (25/7).

“Pemeriksaan dilakukan agar pelayanan yang diberikan maksimal,” kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko.

Dikatakan, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebagai langkah promosi kesehatan preventif pada awak bus sekolah di Jakarta.

“Ini salah satu bentuk kepedulian dalam bidang kesehatan terhadap mereka para awak bus sekolah. Apalagi bus sekolah durasi operasinya cukup panjang,” katanya.

Melalui kegiatan awal itu, Sigit mengaku hal tersebut akan digelar secara rutin dilakukan mengingat jumlah pengguna bus pada setiap harinya selalu meningkat. Karenanya, kesehatan sopir sangat berpengaruh pada kesehatan siswa. “Kami akan gelar rutin demi kepentingan dan kebaikan bersama,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, sekitar 400 awak bus menjalani pemeriksaan yang digelar puskesmas Kecamatan Kramatjati. Pengecekan kesehatan sopir dan pembantu pramudi itu untuk memastikan bahwa mereka terhindar dari penyakit menular.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh awak bus tidak memiliki penyakit menular pada tubuh mereka,” kata Kepala Puskesmas Kecamatan Kramatjati, Sholikhah Darmawie.

Solikhah mengatakan, sedikitnya ada enam bentuk pelayanan jemput bola yang dilakukannya, seperti screening kesehatan untuk penyakit tidak menular hipertensi dan diabetes melitus. “Pemeriksaan berikutnya antara lain gula darah dan kolesterol, pengukuran tinggi badan, berat badan dan indeks masa tubuh,” katanya.

Sementara itu bagi pengemudi yang dinyatakan tidak sehat selanjutnya akan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Para sopir juga diarahkan berkonsultasi VCT dan sifilis, pemeriksaan dan konsultasi gizi.

“Kegiatan ini untuk meningkatkan peran serta instansi dalam penanganan dan pencegahan penyakit menular secara terpadu,” pungkasnya. (joh)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru