Thursday, December 12, 2019
Home > Berita > Kepala BNN Buwas: Penyimpanan Narkoba di Lapas Dalam Bunker, Manfaatkan Kelengahan Sipir

Kepala BNN Buwas: Penyimpanan Narkoba di Lapas Dalam Bunker, Manfaatkan Kelengahan Sipir

Kepala BNN Budi Waseso. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Budi Waseso (Buwas), Kepala BNN mensinyalir peredaran narkoba dari dalam lapas akibat kelengahan sipir (petugas penjara). Menurut Buwas, umunya peredaran terjadi saat kondisi lapas tenang.

“Di kala lapas itu tenang, biasanya mereka mulai beroperasi, dalam lapas itu juga banyak peredaran. Hampir 50 persen lapas di Indonesia terjadi peredaran. Bukan hanya pengedaran tetapi juga pengendalian jaringan mereka yang ada di luar,” kata Budi Waseso di kantornya, Senin (22/5).

Buwas mengungkapkan BNN telah mengungkap modus penyelundupan narkotika di dalam lapas dengan tempat penyimpanan di bunker.”Kita temukan sebuah bunker yang isinya narkoba yang siap edar di dalam lapas di Medan,” ujarnya.

Dikatakan, meski modus sudah banyak diungkap tapi tindak lanjut bukan kewenangan BNN. “Kita tidak ikut campur namun kita tetap memberi masukan sesuai fakta yang ada,” katanya.

Buwas mempertanyakan komitmen Pemprov DKI Jakarta. Dia menilai, dalam memberantas narkotika, belum serius. Seperti dilakukan Dinas Pariwisata DKI yang hanya memberi peringatan kepada dua tempat hiburan malam yang jelas-jelas ditemukan narkoba.

Budi Waseso mengatakan, upaya Pemprov DKI belum terlihat karena apa yang dilakukan beberapa waktu lalu belum sesuai apa yang diharapkan.

Pasalnya, antara BNN dengan Pemprov DKI Jakarta yang saat itu diwakili Ahok sebagai Gubernur dan pengusaha hiburan malam sempat menggelar pertemuan.

“Dalam pertemuan itu, kita semua berkomitmen memberantas narkoba. Dimana kalau ditemukan pada razia, tutup langsung, nggak ada sekali dua kali peringatan enak sekali. Seperti yang dilakukan di diskotek Illegals dan Diamond,” kata Buwas, Senin (22/5).

Komitmen itu, kata Buwas, pihaknya bersama unsur lain sepakat jika ditemukan aktivitas peredaran narkoba dan ada pengunjung yang terbukti positif, maka tempat tersebut angsung ditutup. Namun setelah banyak tempat yang oleh BNN sudah dibuktikan, komitmen tersebut tidak terbukti. “Nyatanya, semua komitmen itu hingga saat ini tidak ada yang terbukti,” katanya.

Ditambahkan mantan Kabareskrim, saat ini beberapa tempat hiburan malam di Jakarta yang seharusnya ditutup. Berbeda dengan wilayah lain yang menunjukkan komitmennya dengan langsung menutup bila menemukan hal tersebut.

“Saya kira tidak hanya di Jakarta, (tapi) semua daerah. Ada di Kalsel, langsung ditutup sama Provinsi Kalsel, saya kira DKI ukuran ya, jangan kalah dengan provinsi lain,” terangnya kepada wartawan.

Atas kondisi diskotek Illegals dan Diamond yang hanya diberikan surat peringatan, lanjut Buwas, dinilainya Pemprov DKI hanya main-main. Pasalnya, penindakan tegas belum juga dilakukan Pemprov DKI atas diskotek yang terlibat narkotika.

“Ya kalau pemprovnya mau main-main, silakan saja. Bukti pemprov ada keterlibatan, pembiaran, dan ikut mendukung peredaran narkoba di Indonesia, khususnya di Provinsi DKI, ini kan berarti dia tidak serius,” tegasnya.(joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru