Tuesday, December 10, 2019
Home > Berita > Kendaraan Pengangkut Peserta Demo Mengular, 30 Bus dari Garut

Kendaraan Pengangkut Peserta Demo Mengular, 30 Bus dari Garut

Bus peserta demo Jumat mengular di jalanan. (antarnews)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Antrean bus yang mengangkut peserta unjuk rasa menuju Masjid Istiqlal Jakarta sudah mengular hingga ke depan gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Antrean bus mengular karena sudah tidak bisa memasuki kawasan masjid Istiqlal. Selain itu, belasan bis berukuran besar juga terpaksa diparkir di kawasan Tugu Tani untuk mencegah antrean yang lebih panjang. Sebanyak 30 bus berasal dari Garut.

Seorang peserta aksi mengatakan antrean ini sudah terjadi sejak Jumat pagi karena mereka ingin lebih awal tiba di titik berkumpul di Masjid Istiqlal.

Sekitar 30 bus dari Garut yang berangkat ke Jakarta mendukung aksi damai penistaan Al Quran betangkat Kamis malam, kata Hendra, Panpel PBB Kabupaten Garut.

Menurut Hendra mereks yg berangkat ke Jakarta itu terdiri atas berbagai elemen masyarakat Muslim Garut. Ada yang dari NU, Muhamaddiyah, persis maupun FPI dan ormas Islam lainya. Mereka berangkat dari Garut bersama sama rombongan, bamun setelahnya tiba di Jakaeta, mereka akan bergabung dengan Ormasnya masing masing.

Dari Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Wanaraja, Al-Bayinah Sanding, Cipari dan Musadadiyah serta G3, Kabupaten Garut, tidak kurang 700 orang santri berangkat ke Jakarta, Kamis.

Mereka berangkat dari Masjid Agung Garut menggunakan 18 bus dan 12 kendaraan pribadi. Rencananya, Jumat (4/11/2016) sekitar pukul 13.00 WIB menggelar aksi damai di Masjid Istiqlal dan Istana Negara Jakarta Pusat, menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diadili sekaligus ditangkap karena diduga telah menistakan agama Islam.

Seorang peserta aksi lain mengatakan kepada antaranews, antrean ini sudah terjadi sejak Jumat pagi karena mereka ingin lebih awal tiba di titik berkumpul di Masjid Istiqlal.

“Sudah berkumpul sejak pukul 07.00 pagi,  kami berangkat dari Bogor jam 05.30,” kata Syamhudi yang datang dari Bogor bersama rombongan majelis taklim menggunakan mobil pribadi di depan Gedung Galeri Nasional Indonesia, Kamis.

Berdasarkan pengamatan, bus-bus tersebut mengangkut jamaah Majelis Az-zikra, majelis Banten, majelis Istiqamah Bandung, Front Pembela Islam, Laskar Pembela Islam, rombongan Ciapus, dan beberapa rombongan dari daerah lain.

Massa peserta unjuk rasa kemudian berjalan dari jalan Merdeka Timur menuju Masjid Istiqlal. Mereka membawa beragam atribut seperti bendera, spanduk, sorban, dan pengeras suara. Sebagian dari mereka berjalan sambil mengucapkan takbir dan shalawat.

Kondisi lalu lintas di sekitar jalan Ridwan Rais hingga Medan Merdeka Timur terpantau tersendat, kendati demikian polisi masih mengizinkan pengguna mobil pribadi melintasi kawasan itu.

Lalu lintas menuju Semanggi hingga pukul 9.30 WIB terpantau lengang menjelang aksi massa di Istana Negara, Jumat (4/10) siang.

Lalu lintas di depan UKI arah ke Pancoran pun terpantau sepi. Beberapa halte bus Transjakarta yang menjadi transit antar koridor, seperti halte Cawang UKI, BNN dan Kuningan tidak dipadati penumpang seperti pada hari lainnya di jam berangkat kerja.

Hingga pukul 09.00 tidak terlihat antrean kendaraan hingga lampu merah perempatan Kuningan. Sebagai perbandingan Cawang-Kuningan yang pada jam sibuk memakan waktu hingga 1 jam, hari ini dapat ditempuh dalam 20 menit. Volume kendaraan bertambah selepas perempatan Kuningan hingga depan Polda Metro Jaya namun tidak menyebabkan macet. (AN/Yat R/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru