Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Kementerian Agama Gelar Undian Pemondokan Jemaah Haji Indonesia di Mekah

Kementerian Agama Gelar Undian Pemondokan Jemaah Haji Indonesia di Mekah

Pemondokan jemaah haji d Mekah.(ist)

MIMBAR-Rakyat.Com (Jakarta) – Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggelar pengundian (qurah) pemondokan bagi jemaah calon haji Indonesia (Calhaj) di Mekah, Arab Saudi.

Mewakili Menag Lukman Hakim Saifuddin, Sekjen Kemenag Nur Syam mengatakan, qurah dilakukan dalam upaya memberikan keadilan diterapkan dalam penempatan pemondokan jamaah haji.

“Dalam rangka memenuhi aspek keadilan penempatan jamaah haji di Makkah, pada hari ini, Kementerian Agama melakukan qurah bagi penempatan jamaah haji pada maktab-maktab di Makkah,” ujar Nur Syam saat membacakan sambutan Menag sekaligus membuka Qurah Pemondokan Jemaah Haji Wilayah Makkah 1438 H/2017 M, di Jakarta, Selasa (13/6).

Apapun hasilnya, Nur Syam berharap para jemaah bisa menerimanya.

Menurut Nur Syam, tata kelola pemondokan jemaah haji merupakan komponen penting dalam tugas pelayanan terhadap jemaah haji di Arab Saudi. Bahkan, aspek ini menjadi salah satu penentu keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji.

Hal ini bukan perkara mudah, mengingat kuota jamaah haji Indonesia, tahun 2017 meningkat menjadi 221.000 (dua ratus dua puluh satu ribu). Sebanyak 204.000 (dua ratus empat ribu) untuk jamaah haji reguler dan 17.000 untuk jamaah haji khusus.

“Upaya perbaikan telah dilakukan dari waktu ke waktu untuk mendapatkan pemondokan yang baik, mulai dari penyewaan lebih dini, memperbaiki sistem penyewaan, dan lain sebagainya,” terangnya dalam acara yang dihelat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) ini.

Selain pemondokan, lanjut Nur Syam, Kemenag juga telah melakukan sejumlah upaya perbaikan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Pertama, peningkatan pelayanan embarkasi dengan pemberian bantuan pengembangan dan standardisasi asrama haji.

Kedua, peningkatan pelayanan konsumsi jamaah haji di Makkah, yaitu penambahan satu kali snack selamat datang atau selamat jalan. “Sedang pada tahun sebelumnya tidak ada,” terangnya.

Ketiga, peningkatan kualitas layanan transportasi jamaah haji antarkota perhajian di Arab Saudi dan bus shalawat. “Kendaraan di-upgrade, dengan jumlah 359 bus,” tuturnya.

Upaya perbaikan yang terus dilakukan Kementerian Agama ini tiada lain untuk perbaikan dan kenyamanan para jamaah. Mudah-mudahan, pada tahun ini, tingkat kepuasan jemaah akan semakin baik, seiring dengan peningkatan layanan-layanan tersebut di atas, harap Nur Syam.

Hadir dalam acara ini Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher, Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Samidin Nashir, Pejabat Eselon I dan II Pusat Kementerian Agama, Kepala Kanwil Kementerian Agama seluruh Indonesia, Kepala Bidang Haji seluruh Indonesia.
(joh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru