Friday, December 06, 2019
Home > Berita > Kemenag: Kembalikan Aset First Travel untuk Jemaah Korban Penipuan

Kemenag: Kembalikan Aset First Travel untuk Jemaah Korban Penipuan

Mimbar-rakyat.com (Jakarta) – Kementerian Agama (Kemenag) mendukung upaya pengembalian aset PT First Travel, yang menjadi barang bukti sitaan negara. Aset tersebut selanjutnya diberikan kepada jemaah korban penipuan. Demikian ditegaskan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi.

“Karena itu hak jemaah, ya harus dikembalikan. Sudah menjadi catatan Kemenag bahwa sebaiknya para korban ini harus diperhatikan, apakah pengembaliannya dengan cara memberangkatkan umroh atau dikembalikan uangnya, kami dari Kemenag sangat mendukung itu,” kata Zainut usai rapat bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Kantor Wapres Jakarta, Senin (18/11).

Mmengutip Antara News, dikatakanm, opsi pengembalian tabungan umroh dan haji tersebut telah tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Agama Nomor 589 Tahun 2018, yang menyebutkan bahwa uang jemaah wajib dikembalikan dan atau jemaah ke Tanah Suci. Pihak PT First Travel yang menjadi terdakwa antara lain Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

“Ya karena memang gugatan kan gugatan pidana, sehingga aset yang berkaitan dengan hal itu memang disita oleh negara,” kata Wamenag.

Terkait keberatan jemaah terhadap penyitaan aset PT First Travel, yang sebagian besar merupakan uang milik jemaah, Zainut mengatakan masih ada proses hukum di Kejaksaan Agung melalui proses banding.

“Saya kira itu nanti pengaturannya setelah dilakukan tindakan hukum oleh kejaksaan,” ujarnya.

Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan dalam Surat Nomor 3096 K/Pid.Sus/2018 bahwa barang bukti kasus penipuan oleh PT First Travel harus dikembalikan ke kas negara.

Total barang sitaan kasus First Travel tercatat  820 item, yang 529 diantaranya merupakan aset bernilai ekonomis termasuk uang senilai Rp 1,537 Milyar.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru