Saturday, February 29, 2020
Home > Berita > Kebijakan jalur ganjil-genap DKI diperpanjang dan diberlakukan di kota lain

Kebijakan jalur ganjil-genap DKI diperpanjang dan diberlakukan di kota lain

Ilustrasi - kebijakan jalur ganjil-genap diperpanjang ke daerah lain. (indonesia raya)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Kebijakan pelat nomor ganjil-genap di DKI Jakarta saat Asian Games 2018 akan diperpanjang dan diberlakukan di kota besar lain.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengungkapkan hal itu di Jakarta, Selasa.

“Sejumlah kota besar saat ini juga mengalami kemacetan parah dan pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk menerapkan ketentuan pelat nomor ganjil-genap untuk mengurangi kemacetan,” kata Budi.

Dirjen perhubungan Darat Budi menyatakan hal itu kepada media usai berbicara dalam Forum Perhubungan bertema Plus Minus Ganjil-Genap Selama Asian Games yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan dan DetikCom di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan,  dari hasil kunjungan ke sejumlah daerah,  beberapa kepala daerah juga menyatakan kesulitan mengatasi kemacetan di kotanya masing-masing akibat pertumbuhan kendaraan yang begitu cepat, sementara tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur jalan raya.

Kebijakanl pelaksanaan ganjil-genap, katanya, ternyata memberikan dampak positif bagi pengguna jalan dari perubahan kecepatan rata-rata di ruas jalan naik sebesar 44,08 persen, sementara di ruas jalan alternatif rata-rata naik 2,17 persen.

Jumlah kendaraan yang melintas di ruas jalan yang diberlakukan ganjil-genap rata-rata turun 20,37 persen, dan di ruas jalan alternatif rata-rata naik 6,48 persen

Demikian juga jumlah penumpang angkutan umum setelah perluasan kawasan ganjil-genap untuk penumpang Transjabodetabek premium rata-rata naik 46,8 persen, penumpang Transjakarta rata-rata naik 40,21 persen, dan penumpang KRL rata-rata naik 6,13 persen.

“Melihat dampak positif dari diberlakukannya ganjil-genap, maka aturan itu kemungkinan besar akan diperpanjang dan bahkan diperluas wilayahnya,” kata Budi.

Dirjen Budi mengakui, seperti dilansir antaranews, tidak mudah untuk mengubah perilaku dan gaya hidup masyarakat pengguna jalan dari memakai kendaraan pribadi menuju kendaraan umum.

Pemerintah, katanya, sebenarnya sudah dan akan menyiapkan sejumlah angkutan massal seperti LRT dan Trans Jakarta untuk mengakomodasi pergerakan masyarakat dari rumah ke lokasi kerja.

“Memang kita akui tidak mudah mengubah gaya hidup masyarakat dalam pola menggunakan kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Tapi, itu harus kita lakukan,” katanya.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru