Wednesday, September 18, 2019
Home > Berita > Keberhasilan TNI AL Gagalkan Penyelundupan Shabu Satu Ton Dipuji Berbagai Pihak

Keberhasilan TNI AL Gagalkan Penyelundupan Shabu Satu Ton Dipuji Berbagai Pihak

Petugas TNI AL mengamankan kapal yang mnyelundupkan shabu 1 ton di Batam. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Keberhasilan TNI AL menggagalkan penyelundupan shabu seberat 1 ton di Batam, mendapat pujian berbagai pihak, Sabtu (10/2), termasuk dari Istana dan DPR.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengapresiasi Kapal Sunrise Glory berbendera Singapura yang dinakhodai Chen Chung Nan itu ditangkap satuan patroli TNI AL di perairan Selat Philip, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu, 7 Februari 2018 sekitar pukul 14:00 WIB.

“Saya sangat bangga terhadap TNI-AL, khususnya para prajurit di Pangkalan Angkatan Laut Batam di bawah komando Kolonel (Laut) Iwan Setiawan. Kapal Patroli KRI-Siguro-864 langsung bertindak sigap dan waspada ketika terdeteksi adanya kapal berbendera asing sedang melakukan aktivitas melanggar hukum di perairan perbatasan Singapura dan Indonesia di kawasan Batam,” tegas Moeldoko.

Ketika didekati KRI-Siguro-864 dan kemudian diperiksa, KM Sunrise Glory terbukti tidak memiliki dokumen resmi yang dibutuhkan dalam pelayaran internasional.

Berdasarkan pemeriksaan petugas TNI-AL, kapal tersebut rencananya akan berlayar menuju Malaysia dan kemudian bertujuan akhir Taiwan. Setelah ditelusuri, kapal tersebut menggunakan identitas yang berbeda-beda saat melayari perairan internasional.

Mereka menggunakan identitas KM Phantom Ship, lalu pernah juga menggunakan identitas KM Sun De Man-66. TNI-AL masih menyelidiki lebih lanjut, apakah kapal ini juga melakukan pelanggaran lainnya seperti illegal fishing.

Apresiasi Kepala Staf Kepresidenan terhadap langkah sigap TNI-AL tak lepas dari upaya Pemerintahan Jokowi-JK untuk melindungi generasi bangsa, terutama anak-anak muda dari ancaman narkoba.

Presiden Jokowi sendiri menyatakan perlunya tindakan tegas terhadap para bandar narkoba yang mencoba melawan petugas di lapangan. “Jika perlu, ditembak di tempat saja,” tegas Jokowi pada bulan Juli 2017.

Tak hanya sekali Presiden Jokowi menyatakan kegeramannya atas ulah bandar-bandar narkoba yang mencoba menghancurkan generasi muda Indonesia, sehingga ia menyatakan bahwa peredaran narkoba di tanah air berada dalam posisi darurat.

Dari penangkapan TNI-AL di Kepulauan Riau tersebut, dapat dibayangkan besarnya kerusakan yang dapat ditimbulkan jika barang haram tersebut masuk ke tanah air.

Shabu-shabu seberat 1 ton atau 1.000 kilogram, jika diedarkan ke para pecandu bisa mencapai 1 juta bungkus, dengan asumsi per bungkusnya dikemas dalam 1 gram. Nilai dari tangkapan tersebut, secara ekonomi sekurang-kurangnya mencapai 200 hingga 500 miliar rupiah, apabila per gramnya dijual pada kisaran Rp.200-500 ribu.

“Presiden Jokowi sudah menunjukkan ketegasannya dalam masalah narkoba ini. Termasuk pada awal pemerintahannya ketika menghadapi kasus hukuman mati pengedar narkoba asal Australia. Beliau juga mengingatkan, setiap harinya kurang lebih 50 anak bangsa mati sia-sia akibat mengonsumsi narkoba,” kata Moeldoko.

Oleh karena itu, lanjut Moeldoko, yang diperlukan saat ini adalah ketegasan dan keberanian para aparat penegak hukum di lapangan, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah untuk menjaga anak-anak bangsa ini terbebas dari jeratan narkoba.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari juga mengapresiasi keberhasilan TNI AL yang berhasil menangkap kapal MV Sunrise Glory yang membawa 1 ton shabu di perairan Batam.

“Apresiasi yang tinggi kepada semua prajurit yang terlibat dalam patroli dan penangkapan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dari kapal berbendera Singapura, di perairan Batam, ribuan nyawa putra putri bangsa bisa terselamatkan dari racun narkoba, Terimakasih saya untuk prestasi TNI AL” kata Kharis, Sabtu (10/2).

Anggota DPR dari Fraksi PKS ini juga meminta agar patroli TNI AL diperbatasan lebih di intensifkan lagi dan terus di siagakan.

“jadi salah satu peran TNI seperti ini yang kita sangat nantikan terus kedepan, sinergi dengan seluruh pihak baik Imigrasi, Polri dan BNN serta yang paling penting lagi keterlibatan seluruh masyarakat” terang Kharis.

Saya sebagai Ketua Komisi 1 DPR RI mensupport penuh TNI wabil khusus operasi TNI di perbatasan yang memang menjadi perhatian khusus kita di DPR terutama kaitan dengan cegah tangkal upaya perang asimetris melalui penyelundupan barang ilegal dan narkoba, sekali lagi Bravo TNI AL” tutup Kharis kepada wartawan. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru