Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Keamanan Jakarta Terkendali, Pilkada dikawal 64.523 petugas

Keamanan Jakarta Terkendali, Pilkada dikawal 64.523 petugas

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan. (okezone)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Keamanan di Jakarta terkendali, kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan ketika menjelaskan sebanyak 64.523 petugas gabungan Polri, TNI dan unsur lainnya mengamankan putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

“Kami nyatakan bahwa ada 64.523 petugas yang akan menjaga (Pilkada DKI),” kata Irjen Polisi M Iriawan.

Iriawan mengatakan di Jakarta, Senin, pengerahan petugas sebanyak itu sebagai wujud negara untuk menjaga Ibukota yang menjadi barometer dan sorotan nasional maupun internasional.

Terlebih menurut Iriawan beberapa media massa asing meminta wawancara sehingga hal itu menunjukkan perhatian negara lain terhadap Pilkada DKI Jakarta.

Iriawan bersama pimpinan Kodam Jaya menjamin akan menjaga DKI Jakarta dengan aman termasuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

Terkait pola pengamanan tempat pemungutan suara (TPS), jelas Iriawan seperti dilansir antaranews, terjadi perubahan kompoisi menjadi satu Polri, satu TNI dan dua petugas Linmas.

“Bahkan ada satu TPS dijaga dua Polri dan TNI ditambah Linmas,” ungkap Iriawan.

Mantan Kapolda Jawa Barat itu menyebutkan jumlah TPS mencapai 13.032 lokasi dengan penjagaan ketat dari Polri, TNI, penyelenggara pemilu dan Linmas.

KPU DKI Jakarta akan menggelar Pilkada Putaran Dua yang diikuti pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada 19 April 2017.

Jangan khawatir

Kapolda Metro Jaya selanjutnya menegaskan, tidak perlu mengkhawatirkan keamanan dan ketertiban menjelang pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua 2017 karena semuanya akan aman-aman saja.

“Tidak ada kerawanan yang dikhawatirkan karena kami sudah jaga semua,” kata Iriawan.

Iriawan menjamin tidak ada elemen atau organisasi masyarakat yang memberitahukan akan menggelar aksi bertepatan dengan pemungutan suara.

Iriawan mengakui memang ada kegiatan elemen masyarakat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, namun acara ini tidak bertujuan mengacaukan keamanan Jakarta. Sebaliknya, polisi tetap menjaga kegiatan masyarakat ini.

“Kami koordinasi dan diperintahkan Kapolri terhadap massa yang akan datang ke Jakarta,” kata dia.

Iriawan mengatakan Polri dan TNI, termasuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, siap melaksanakan pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Dia menuturkan pimpinan Polri telah mengeluarkan maklumat bersamaan dengan maklumat para Kapolda di Pulau Jawa dan Sumatera mengenai indikasi massa menuju Jakarta saat pemungutan suara 19 April 2017.  (An/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru