Wednesday, September 18, 2019
Home > Berita > Kapolri Ingatkan Jangan Terpancing oleh Unjuk Rasa di Manokwari

Kapolri Ingatkan Jangan Terpancing oleh Unjuk Rasa di Manokwari

Para pengunjuk rasa turun ke jalan di Manokwari, Papua pada Senin 19 Agustus 2019. (Foto: AFP/Al Jazeera)

Para pengunjuk rasa turun ke jalan di Manokwari, Papua pada Senin 19 Agustus 2019. (Foto: AFP/Al Jazeera)

mimbar-rakyat.com (Jakarta) – Demonstrasi besar-besaran terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8), yang mengarah pada kekerasan ketika ribuan pengunjuk rasa yang terpicu oleh dugaan penyalahgunaan tindakan oleh polisi terhadap mahasiswa asal Papua, di Surabaya dan Malang,

Pengjuk rasa membakar fasilitas umum dan memblokir jalan. Demikian dilaporkan Al Jazeera. Disebutkan di ibu kota provinsi Papua Barat, Manokwari, pengunjuk rasa membakar gedung parlemen dan toko-toko. Info berasal dari pihak polisi dan berdasarkan gambar yang diperoleh Al Jazeera.

Sebuah bangunan yang sebelumnya ditempati Gubernur Provinsi Papua Barat Dominggus Mandacan juga dibakar. Demikian menurut juru bicara kepolisian nasional Indonesia, Dedi Prasetyo, kepada Al Jazeera.

Tidak ada laporan langsung tentang korban. Ketika berita ini dilaporkan, demonstrasi masih berlangsung.”Untuk saat ini, kami masih fokus pada pengumpulan data tentang korban dan berusaha menenangkan massa,” katanya Dedi Prasetyo kepada Al Jazeera.

Gambar yang diperoleh  Al Jazeera menunjukkan para demonstran, termasuk banyak siswa muda, mengibarkan bendera “Bintang Kejora”, sebagai simbol pemerintahan sendiri oleh orang Papua.

“Kami tidak putih dan merah, kami adalah bintang pagi,” teriak para pengunjuk rasa, mengacu pada bendera Indonesia dan spanduk Papua. Orang-orang yang membawa bendera terlarang di Indonesia dapat menghadapi penangkapan dan hukuman penjara hingga 15 tahun.

Ada juga demonstrasi dilaporkan terjadi di kota Jayapura, ibukota dan kota terbesar di Papua, provinsi paling timur di negara itu. Beberapa orang mengendarai sepeda motor dan mereka terlihat bergabung dengan pemprotes.

Al Jazeera juga menerima laporan bahwa pemrotes yang marah secara paksa menurunkan bendera Indonesia di luar kantor Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe. Wilayah Papua Indonesia terbagi menjadi dua provinsi, Papua Barat dan Papua.

Demonstrasi pada hari Senin (19/8) meletus menyusul penangkapan pekan lalu mahasiswa etnis Papua yang tinggal di Surabaya dan Malang.

Para mahasiswa itu dibebaskan dari penahanan polisi pada hari Minggu. Tetapi pada saat itu, ketegangan telah meningkat, dengan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) meminta Papua untuk bergabung dalam protes melawan pemerintah.

Sejumlah media di Indonesia melaporkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat tetap tenang; “Kepada warga di luar Papua seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, perlakukan saudara-saudara kita Papua bagian dari anak bangsa. Jadi saya pikir komunikasi perlu dijalin masyarakat, jangan terpancing, baik di Papua dan di luar Papua, jangan mau diadu domba,” kata Kapolri di Surabaya, Jatim, Senin (19/8).***sumber Al Jazeera, Google.***sumber Al Jazeera, Google. (dta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru