Tuesday, March 31, 2020
Home > Unik > Kapan Pohon Kurma Mulai Tumbuh?

Kapan Pohon Kurma Mulai Tumbuh?

Kebun pohon kurma. (dakwatuna.com)

Kurma menjadi hidangan istimewa saat berbuka puasa pada bulan Ramadan dan umumnya buah kecil ini selalu ada di tiap rumah karena mudah didapatkan dan harganya amat bervariasi mulai dari murah hingga mahal.

Bagaimana asal muasal pohon kurma ini?

Kurma telah menjadi makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun lamanya. Pohon Kurma diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir, kemungkinan pada awal 4000 SM.

Bangsa Mesir Kuno menggunakan buahnya untuk dibuat menjadi anggur kurma dan memakannya pada saat panen. Ada bukti arkeologi budidaya kurma di bagian Arab timur pada tahun 6000 SM seperti diinformasikan dalam berbagai kepustakaan. (Alvarez-Mon 2006).

Pada zaman selanjutnya, orang Arab menyebarkanluaskan kurma di sekitar Selatan dan Barat Daya Asia, bagian utara Afrika, Spanyol dan Italia. Kurma diperkenalkan di Meksiko dan Kalifornia, disekitar Mission San Ignacio, oleh bangsa Spanyol pada 1765.

Kandungan kurma kering (bagian yang dapat dimakan) memiliki nilai nutrisi per 100 g (3.5 oz),
energi 1,180 kJ (280 kcal), karbohidrat 75 g, gula 63 g, serat pangan 8 g, lemak 0.4 g, protein 2.5 g, air 21 g, vitamin C 0.4 mg (1%), anganese 0.262 mg.

Buah yang dihasilkan pohon kurma dikenal sebagai buah kurma. Bentuk buahnya lonjong-silinder dengan panjang 3-7 cm, berdiameter 2-3 cm dan ketika masih muda warnanya merah cerah ke kuning terang, tergantung dari jenisnya.

Kurma memiliki biji tunggal yang ukuran panjangnya sekitar 2-2,5 cm dan tebalnya 6-8 mm. Buah kurma dikelompokan menjadi tiga golongan utama yaitu, lunak (contohnya ‘Barhee’, ‘Halaw’, ‘Khadrawy’, ‘Medjool’), semi-kering (contohnya ‘Dayri’, ‘Deglet Noor’, ‘Zahidi’) dan kering (contohnya ‘Thoory’). Jenis buah ini tergantung pada kandungan glukosa, fruktosa dan sukrosa.

Pohon kurma merupakan tanaman jenis dioecious, yaitu memiliki tanaman jantan dan betina yang hidup secara terpisah. Mereka dapat tumbuh dengan mudah dari bakal biji, tetapi hanya 50% tanaman betina yang ditanam secara pembibitan akan berbuah, dan menghasilkan buah yang kecil serta berkualitas rendah.

Sebagian besar perkebunan menggunakan perkembangbiakan stek pada tanaman, terutama pada kultivar ‘Medjool’ karena bisa menghasilkan panen yang banyak serta buah yang manis dan besar. Tanaman yang tumbuh dari cara stek akan berbuah 2-3 tahun lebih awal daripada tanaman yang menggunakan bibit.

Pembuahan dengan serbuk sari pada pohon kurma dilakukan secara alami oleh angin tetapi pada perkebunan oasis tradisional dan perkebunan modern, penyerbukan dilakukan secara manual.

Penyerbukan alami pada tanaman jantan dan betina, dapat terjadi dengan jumlah yang sama antara kedua tanaman. Namun, bila dilakukan dengan bantuan, satu tanaman jantan bisa menyerbuki hingga 100 tanaman betina. Tanaman jantan yang merupakan sebagai penyerbuk, memungkinkan para petani menggunakan sumber daya mereka untuk memproduksi lebih banyak buah pada tanaman betina.

Beberapa petani bahkan tidak memelihara tanaman jantan, tapi mereka mendapatkannya di pasar lokal pada saat waktu penyerbukan. Penyerbukan manual dikerjakan oleh pekerja terampil dengan menggunakan bantuan tangga untuk naik ke atas pohon.

Di beberapa daerah seperti Irak, para pekerja memanjat pohon dengan menggunakan alat pemanjat khusus, dimana alat tersebut mengitari batang pohon. Jarang serbuk sari dapat diterbangkan ke bunga betina dengan angin.

Empat golongan

Kurma matang dibagi menjadi empat golongan, yang mana dikenal di seluruh dunia dengan menggunakan penamaan Arab yaitu, kimri (muda), khalal (berukuran penuh), rutab (matang, lembut), tamr (matang, dikeringkan dengan bantuan matahari).

Setiap 100 gram kurma segar dapat mengandung sumber vitamin C dan energi sebesar 230 kcal (960 kJ). Air yang terkandung dalam kurma relatif sedikit dan hal ini tidak menjadikannya jauh lebih pekat pada saat proses pengeringan berlangsung, meskipun vitamin C-nya akan hilang.

Kurma merupakan tanaman tradisional yang penting di Turki, Iraq, Arab, Afrika Utara sampai ke Maroko.

Di negara-negara Islam, seperti disebutkan dalam wikipedia, kurma dan yogurt atau susu adalah makanan tradisional yang utama untuk berbuka puasa pada saat bulan Ramadan. Kurma (terutama Medjool dan Deglet Noor) juga dibudidayakan di Amerika Serikat pada bagian selatan Kalifornia, Arizona dan bagian selatan Florida.

Pohon kurma dapat berbuah setelah ditanam selama empat sampai tujuh tahun dan bisa dipanen ketika telah berusia 7 sampai 10 tahun.

Pohon kurma yang telah dewasa bisa menghasilkan 80-120 kg buah kurma pada setiap musim panennya. Agar mendapatkan buah yang berkualitas untuk bisa dipasarkan, tandan kurma harus ditipiskan dan dibungkus atau ditutup sebelum matang supaya buahnya bisa tumbuh menjadi lebih besar dan terlindungi dari cuaca dan hama, seperti burung.

Baca juga  :  Inilah 7 Khasiat Buah Kurma

Erdowardo Bakari, pakar tumbuhan palem asal Italia yang dilansir Dr. Ahmad Syauki Ibrahim, dalam bukunya Mausu’ah Al ‘I’jaz Al-Ilmi Fil Hadits An-Nabawi atau Ensiklopedia mukjizat ilmiah hadits nabi, pohon kurma tidak tumbuh dengan baik kecauli di daerah subtropis yang memiliki curah hujan jarang.

Ahmad Syauki Ibrahim menjelaskan, besarnya manfaat pohon kurma sudah terkenal sejak dahulu kala dan dari berbagai penemuan Artesar di Mesir pohon kurma sudah menjadi bagian terpenting bagi masyarakat Mesir kuno.

Mereka memanfaatkan hampir semua bagian dari pohon kurma, mulai dari batangnya mereka gunakan sabagai pondasi rumah, pelepah pohon sebagai atap rumah dan juga sebagai bahan tikar dan yang paling penting adalah buahnya sebagai makanan yang bisa mereka simpan sepanjang tahun sebagai penunjang kebutuhan pokok makanan.  (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru