Monday, September 23, 2019
Home > Berita > Kamis Malam, Penyidik KPK Geledah Kantor BPKAD Jatim

Kamis Malam, Penyidik KPK Geledah Kantor BPKAD Jatim

Kantor BPKAD Jatim, di Surabaya. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Surabaya) – KPK kembali melakukan operasi penggeledahan di Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/8) malam. Kali ini giliran kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur yang mereka datangi.

Pantauan di lapangan, di depan perkantoran yang terletak di Jalan Johar nomor 19-21, Surabaya ini tampak terparkir tiga mobil Toyota Innova berwarna hitam.

Terlihat pula setidaknya sekitar empat polisi yang menjaga di gedung empat lantai tersebut. Dua petugas berada di dalam. Sementara dua lainnya, masing-masing berjaga di pintu masuk dan pintu gerbang.

Pantauan dari luar, sempat tampak beberapa orang mondar mandir di lantai 2 dan 3 gedung tersebut. Hal itu terlihat karena lampu penerangan di ruang itu menyala aktif.

Salah satu staf BPKAD, Angga, membenarkan ada sejumlah penyidik KPK yang berada di dalam kantor tersebut. Namun ia tak tahu pasti berapa jumlahnya.

“Iya ada (penyidik KPK), tapi saya tidak tahu jumlahnya dan ngapain, ini saya baru keluar dari ruangan saya,” kata Angga sembari tergesa menghindari pertanyaan lanjutan dari para wartawan.

Sejumlah petugas keamanan yang berjaga di pintu gerbang juga tampak enggan memberikan keterangan. Mereka hanya tetap memegangi dan menutup rapat pintu gerbang.

“Kurang tahu saya, saya baru ganti shift,” kata salah seorang petugas keamanan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati Iskak menyatakan pada Rabu (7/8) malam penyidik lembaga antirasuah sedang melakukan penggeledahan di tiga titik di Kota Surabaya.

Tiga titik tersebut adalah Kantor Dinas Perhubungan Jatim, rumah dinas Kepala Dinas Perhubungan Jatim, dan rumah mantan Sekretaris Daerah Pemprov Jatim.

Yuyuk memastikan penggeledahan berkaitan dengan kasus suap pengadaan barang dan jasa yang terjadi di Kabupaten Tulungagung. Hingga saat ini tersangka dari kasus tersebut adalah SPR, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung.

Khofifah Tak Tahu Kabar Penggeledahan Rumah Kadishub

Ditemui terpisah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku tak tahu kabar rumah anak buahnya yakni Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fatah Jasin, digeledah KPK kemarin malam.

Khofifah mengatakan ia justru baru mengetahui kabar tersebut dari wartawan setelah menghadiri pemutaran perdana film Bali: Beats of Paradise, di Grand City, Surabaya, Rabu (7/8) malam.

“Mosok sih, ora lah, ndak lah, saya rasa ndak lah wong kemarin juga kita lagi premier film. Setelah itu, selesai premier-nya saya diinformasj justru oleh teman wartawan,” kata Khofifah saat ditemui Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (8/8).

Khofifah juga enggan menanggapi aksi penggeledahan penyidik lembaga antirasuah di rumah Fattah serta kantor Dishub Jatim. Menurutnya kasus yang didalami KPK tersebut adalah perkara lama.

“Itu kan yo tahun (2018) sebelum saya, sebaiknya teman-teman (tanya) ke mereka yang di periodenya, gitu kali ya, supaya klirlah teman-teman ini. Mosok aku komentar hal yang belum saya bertugas di sini,” kata mantan Menteri Sosial tersebut.

“Tanya Pak Sekda, saya merasa beliau tahu lebih detail. Saya baru mau komunikasi. Saya ke Kediri, terus langsung ke sini,” ujar Khofifah petang tadi.

Sebelumnya, dari penggeledahan rumah Fattah terlihat penyidik KPK membawa satu koper dan sekotak kardus. (C/d)

Kantor BPKAD Jatim, di Surabaya. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Surabaya) – KPK kembali melakukan operasi penggeledahan di Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/8) malam. Kali ini giliran kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur yang mereka datangi.

Pantauan di lapangan, di depan perkantoran yang terletak di Jalan Johar nomor 19-21, Surabaya ini tampak terparkir tiga mobil Toyota Innova berwarna hitam.

Terlihat pula setidaknya sekitar empat polisi yang menjaga di gedung empat lantai tersebut. Dua petugas berada di dalam. Sementara dua lainnya, masing-masing berjaga di pintu masuk dan pintu gerbang.

Pantauan dari luar, sempat tampak beberapa orang mondar mandir di lantai 2 dan 3 gedung tersebut. Hal itu terlihat karena lampu penerangan di ruang itu menyala aktif.

Salah satu staf BPKAD, Angga, membenarkan ada sejumlah penyidik KPK yang berada di dalam kantor tersebut. Namun ia tak tahu pasti berapa jumlahnya.

“Iya ada (penyidik KPK), tapi saya tidak tahu jumlahnya dan ngapain, ini saya baru keluar dari ruangan saya,” kata Angga sembari tergesa menghindari pertanyaan lanjutan dari para wartawan.

Sejumlah petugas keamanan yang berjaga di pintu gerbang juga tampak enggan memberikan keterangan. Mereka hanya tetap memegangi dan menutup rapat pintu gerbang.

“Kurang tahu saya, saya baru ganti shift,” kata salah seorang petugas keamanan.

Sebelumnya, Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati Iskak menyatakan pada Rabu (7/8) malam penyidik lembaga antirasuah sedang melakukan penggeledahan di tiga titik di Kota Surabaya.

Tiga titik tersebut adalah Kantor Dinas Perhubungan Jatim, rumah dinas Kepala Dinas Perhubungan Jatim, dan rumah mantan Sekretaris Daerah Pemprov Jatim.

Yuyuk memastikan penggeledahan berkaitan dengan kasus suap pengadaan barang dan jasa yang terjadi di Kabupaten Tulungagung. Hingga saat ini tersangka dari kasus tersebut adalah SPR, Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung.

Khofifah Tak Tahu Kabar Penggeledahan Rumah Kadishub

Ditemui terpisah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku tak tahu kabar rumah anak buahnya yakni Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fatah Jasin, digeledah KPK kemarin malam.

Khofifah mengatakan ia justru baru mengetahui kabar tersebut dari wartawan setelah menghadiri pemutaran perdana film Bali: Beats of Paradise, di Grand City, Surabaya, Rabu (7/8) malam.

“Mosok sih, ora lah, ndak lah, saya rasa ndak lah wong kemarin juga kita lagi premier film. Setelah itu, selesai premier-nya saya diinformasj justru oleh teman wartawan,” kata Khofifah saat ditemui Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (8/8).

Khofifah juga enggan menanggapi aksi penggeledahan penyidik lembaga antirasuah di rumah Fattah serta kantor Dishub Jatim. Menurutnya kasus yang didalami KPK tersebut adalah perkara lama.

“Itu kan yo tahun (2018) sebelum saya, sebaiknya teman-teman (tanya) ke mereka yang di periodenya, gitu kali ya, supaya klirlah teman-teman ini. Mosok aku komentar hal yang belum saya bertugas di sini,” kata mantan Menteri Sosial tersebut.

“Tanya Pak Sekda, saya merasa beliau tahu lebih detail. Saya baru mau komunikasi. Saya ke Kediri, terus langsung ke sini,” ujar Khofifah petang tadi.

Sebelumnya, dari penggeledahan rumah Fattah terlihat penyidik KPK membawa satu koper dan sekotak kardus. (C/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru