Monday, October 14, 2019
Home > Berita > Kadis Kesehatan: Kasus HIV Meningkat di Kabupaten Garut

Kadis Kesehatan: Kasus HIV Meningkat di Kabupaten Garut

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Tenni. S. Rifai. (Yat)

MIMBAR-RAKYAT.com (Garut) – Kasus HIV di Kabupaten Garut seperti fenomena Gunung Es, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Tenni. S. Rifai.

“Bahkan di Kabupaten Garut, kasus HIV ada indikasi meningkat dan sudah merambah ke wilayah Garut Selatan.,” kata Tenni, Jumat.

Berdasarkan data, katanya, warga masarakat Garut yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada 2015 tercatat 400 kasus, sedangkan 2016 lebih dari angka 400, itu pun belum terdata semua sebab, banyak warga yang menolak untuk diperiksa.

HIV merupakan virus yang menyerang sistem pertahanan tubuh atau imunitas manusia.

Infeksi virus HIV atau masuknya virus HIV ke dalam tubuh manusia akan menyebabkan kelumpuhan sistem pertahanan tubuh, hingga penderitanya akan rentan terkena berbagai macam infeksi mikro organisme,bahkan mikro organisme lemah yang tidak mampu menembus pertahanan tubuh orang sehat.

“Karena alasan itulah, Dinkes Kkabupaten Garut menyatakan, infeksi virus HIV merupakan penyakit yang sangat berbahaya,” ujarny.

Namun sangat disayangkan, warga enggan memeriksakan dirinya, padahal semua itu demi kebaikan mereka, kata Tenni, padahal pihaknya akan merahasiakan mereka yang terkena infeksi.

Sampai saat ini pun, katanya, ia selaku Kepala Dinas Kesehatan tidak tahu siapa-siapa yang terkena HIV.

Tenni menerangkan, biasanya penularan virus tersebut melalui hubungan seks dari orang yang terinfeksi, dari alat suntik, melaui transfusi darah yang sudah tercemar HIV, ibu hamil positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan atau waktu menyusui, dan para homoseksual.

Baru-baru ini jelas Tenni, di temukan kasus baru. Salah seorang ibu rumah tangga terinfeksi HIV dan setelah ditelusuri, ternyata perempuan tersebut tertular Virus HIV dari suaminya yang bekerja sebagai buruh di luar Garut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, sudah  mensosialisasikan tentang HIV melalui 67 Puskesmas yang ada di Garut.

Adapun untuk penanganan awal, Diskes sudah menunjuk empat puskesmas, yakni Puskesmas Siliwangi, Tarogong, Cipanas, dan Cibatu.

Namun bagi  Pasien yang terkena HIV akan di rujuk ke Rumah Sakit Guntur sementara untuk penangaan khusus, biasanya di rujuk ke RSU  di Bandung.

Tenni menjelskna, Infeksi HIV muncul dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah serokonversi (Periode waktu tertentu di mana antibodi HIV sudah mulai berkembang untuk melawan virus.). Tahap kedua adalah masa ketika tidak ada gejala yang muncul dan tahap yang ketiga adalah infeksi HIV berubah menjadi AIDS.  (Yayat Ruhiyat/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru