Wednesday, August 12, 2020
Home > Nasional > Jokowi Tidak Gentar Meski Ditelepon Presiden Negara Lain Soal Penenggelaman Kapal

Jokowi Tidak Gentar Meski Ditelepon Presiden Negara Lain Soal Penenggelaman Kapal

MIMBAR-RAKYAT.com  (Kota Baru) –  Presiden Joko Widodo geram dengan  soal masih maraknya praktik pencurian ikan di perairan laut Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden saat perhelatan Hari Nusantara 2014 di Pulau Laut, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014).

“Saya panas karena ada yang beri tahu saya, tiap malam ada pesta tangkap ikan. Ribuan ikan, ratusan kapal hilir mudik di tempat kita,” ujar Jokowi.

Jokowi pun bertanya kepada Menteri Kelautan dan Perairan Susi Pudjiastuti yang juga hadir di lokasi. “Berapa (kapal) bu yang hari ini sudah ditangkap?” tanyanya.

“30 kapal, Pak,” jawab Susi yang terlihat santai dengan menggunakan kaus berwarna putih, berkacamata hitam, sambil memegang kipas.

“Oh, 30-an, yang beredar itu ada 5.000-7.000 kapal, masih sangat kurang,” celetuk Jokowi.

 Susi langsung tertawa lepas dan menunjuk ke arah Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman. Seisi ruangan pun tertawa mendengar sindiran halus Jokowi itu.

“Setelah tenggelamkan kapal, saya ditelepon presiden, kepala negara lain, ‘Presiden Jokowi tenggelamkan kapal pakai dinamit?’ Saya kasih tahu, ini baru peringatan pertama. Nanti ada pesan kedua dan ketiga, tunggu saja,” ucap Jokowi dalam sambutannya pada Hari Nusantara 2014 di Pantai Siring Laut, Pulau Laut Utara, Kota Baru, Kalimantan Selatan, Senin (15/12/2014).

Penegakan hukum atas kapal-kapal ilegal yang masuk wilayah perairan Indonesia mulai berbuah hasil. Sejumlah protes dari kepala negara lain mengenai tindakan Indonesia menenggelamkan kapal illegal berdatangan. Termasuk beberapa kepala Negara Asean yang beberapa waktu lalu ketemu Presiden Jokowi di Seoul.

Jokowi mengaku tidak gentar dan akan tetap menenggelamkan kapal-kapal ilegal. Dia menyebutkan, ada 5.000-7.000 kapal yang melintas di perairan Indonesia, dan 70 persen di antaranya berstatus ilegal.

“Sekarang baru kelihatannya, orang mulai pandang kita karena setiap hari ada kapal ditangkap. Saya juga dibisiki sama Ibu Menteri KKP (Menteri Kelautan dan Perikanan), ‘Pak, kemarin kita tangkap 9 kapal.’ Saya jawab, masa hanya 9 kapal?” kata Jokowi, dan disambut tawa Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan para pejabat yang hadir.

Menurut Menteri KKP Susi kalau soal penenggelaman kapal asing, itu ukan soal bilateral antara Indonesia dan Negara asal kapal. ” Ini urusannya antara Indonesia dengan para maling itu. Kita tidak peduli asal, bahkan jikalau maling itu datang dari Amerika,: kata Susi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap agar ke depannya penenggelaman kapal bisa terus dilakukan.

“Semoga tidak ada yang ditangkap karena sekarang sudah tidak ada lagi yang berani masuk ilegal,” imbuh dia.

Kapal Patroli

Jokowi mengaku telah memerintahkan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro agar mengalokasikan anggaran untuk pembelian kapal patroli sebanyak-banyaknya. Selama ini, sebut Jokowi, Indonesia telah rugi Rp 300 triliun karena tak mengawasi kekayaan laut yang dimiliki.

“Lihatlah laut ini, laut adalah masa depan kita,” ucap Jokowi. “Saya kira Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada 13 Desember 1957 mengingatkan kita kembali bahwa sumber daya laut kita bukan besar lagi, melainkan sangat besar. Saya sampaikan, jangan sampai terjadi lagi,” kata Jokowi.

Hari Nusantara merupakan bentuk peringatan Deklarasi Djuanda oleh Perdana Menteri Ir Djuanda terkait wilayah teritorial laut RI pada 13 Desember 1957. Deklarasi itu menandai 12 mil batas lebar laut wilayah Indonesia dari garis pantai, dari sebelumnya hanya 3 mil. Dengan penetapan 12 mil wilayah laut dari garis pantai Indonesia, wilayah teritorial laut dari kepulauan di Indonesia disatukan.

Ini adalah perayaan Hari Nusantara yang ke-14. Tahun depan, perhelatan Hari Nusantara akan dilakukan di Aceh dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai panitia penyelenggara. (ais)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru