Monday, August 19, 2019
Home > Berita > Joko Widodo Terpilih Kembali Sebagai Presiden Indonesia

Joko Widodo Terpilih Kembali Sebagai Presiden Indonesia

Presiden Joko Widodo dan istri Iriana ketika memberikan suara pada Pemilu, April lalu.(Foto: Getty Images/BBC News)

Presiden Joko Widodo dan istri Iriana ketika memberikan suara pada Pemilu, April lalu.(Foto: Getty Images/BBC News)

mimbar-rakyat.com (Jakarta) – Joko Widodo yang akrab dengan nama Jokowi terpilih kembali sebagai Presiden Indonesia hasil pemungutan suara pemilihan presiden (Pilpres) bulan lalu. Dia mengatasi  saingannya Prabowo Subianto.

BBC News melaporkan, hasilnya dirilis Selasa (21/5) dinihari, satu hari lebih cepat dari, di tengah kekhawatiran kerusuhan hebat. Sekitar 32.000 personel keamanan dikerahkan di seluruh ibukota Jakarta, lapor kantor berita AFP.

Prabowo, 67, belum mengkonfirmasi apakah ia akan menentang hasil tersebut di pengadilan. “Menjelang penghitungan akhir ia menuduh “kecurangan luas” dan memperingatkan kemungkinan protes jalanan. Pada 2014, Prabowo kehilangan tantangan pengadilan setelah kalah dalam pemilihan oleh Widodo,” lapor BBC News.

Joko Widodo memenangkan 55,5% suara berbanding 44,5% untuk Prabowo. Demikian diumumkan  komisi pemilihan. Lebih dari 192 juta orang memenuhi syarat untuk memilih dalam Pilpres 17 April, memilih 20.000 anggota parlemen lokal dan nasional.

Azis Subekti, seorang saksi dari tim kampanye jenderal pensiunan, menolak untuk menandatangani hasilnya. “Kami tidak akan menyerah dalam menghadapi ketidakadilan, kecurangan, kebohongan, dan tindakan melawan demokrasi ini,” katanya, tulis BBC News.

Pihak berwenang telah meminta tindakan keamanan yang tenang dan ditingkatkan dalam upaya mengelola ketegangan. Personel keamanan telah ditempatkan di depan kantor komisi pemilihan umum (KPU), didukung oleh kawat berduri dan meriam air.

Pada hari Jumat pihak polisi mengatakan, mereka telah menangkap puluhan tersangka teroris yang memiliki hubungan dengan Negara Islam (IS), beberapa di antaranya diduga berencana untuk membom demonstrasi politik ketika hasil pemungutan suara dirilis.

Pada hari yang sama, kedutaan besar AS mengeluarkan travel warning yang menyarankan warganya di Indonesia untuk menghindari demonstrasi dan pertemuan politik.

Kampanye dalam pemilihan presiden ini antara kedua saingan fokus pada ekonomi, infrastruktur dan korupsi. Agama juga merupakan masalah inti. Meskipun Indonesia tidak memiliki agama resmi negara dan hak untuk menjalankan agama lain diabadikan dalam konstitusi, sekitar 80% dari warga negara tersebut adalah Muslim.

Kelompok-kelompok Muslim konservatif telah tumbuh semakin vokal dalam beberapa tahun terakhir, dan para pengamat mengatakan para kandidat presiden keduanya berusaha menggembar-gemborkan kredensial Islam mereka.

“Bapak Widodo, dirinya seorang moderat religius, memilih ulama kuat Ma’ruf Amin sebagai calon wakilnya, sementara Prabowo berjanji untuk melindungi para pemimpin Islam dan meningkatkan pendanaan untuk sekolah-sekolah agama,” tulis BBC News lagi.

Joko Widodo telah menjadi presiden sejak 2014 ketika ia juga mengalahkan Prabowo dalam pemilihan. Pria berusia 57 tahun ini berasal dari awal yang sederhana dan telah memfokuskan kampanyenya sangat banyak di sekitar citranya sebagai “manusia rakyat”.

Dia pertama kali menjadi terkenal internasional dengan menjadi gubernur Jakarta pada tahun 2012. Di bawah kepresidenannya, ekonomi Indonesia telah tumbuh dengan mantap.

Namun, lapor BBC News,  dia telah mengecewakan beberapa pendukung dengan mengabaikan janji kampanye untuk menyelesaikan pelanggaran HAM. Dia juga merayu investasi infrastruktur besar-besaran di Cina, yang menurut sebagian orang di negara itu kontroversial.

Sementara saingan politiknya, Prabowo, sangat erat kaitannya dengan elit politik tradisional Indonesia. Dia sebelumnya menikah dengan putri mantan presiden Jenderal Suharto, yang memerintah Indonesia selama 30 tahun.

Prabowo telah dituduh terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan di bawah Jenderal Suharto, tetapi telah mempertahankan kepolosannya.  Terlepas dari latar belakangnya, selama kampanye ia berusaha menjauhkan diri dari kelas politik dan mencerca “para elit jahat di Jakarta”. Dia berjanji akan meninjau semua proyek investasi Tiongkok di Indonesia.

Prabowo Menolak

Sementara Arab News melaporkan, mantan jenderal Prabowo Subianto, telah menolak untuk menerima kekalahan dan menyatakan dirinya sebagai pemenang Pilpres bulan lalu. Ribuan polisi dan tentara bersiaga di ibukota Jakarta, mengantisipasi protes dari para pendukung Subianto.

Subianto menuduh kecurangan pemilu besar-besaran di negara demokrasi terbesar ketiga di dunia itu, tetapi belum memberikan bukti yang kredibel. Suara dihitung secara publik dan komisi memposting formulir tabulasi dari setiap TPS di situs webnya, memungkinkan untuk verifikasi independen.

Penghitungan selesai tepat sebelum tengah malam dan Komisi Pemilihan Umum mengumumkan hasilnya Selasa dini hari sebelum saksi resmi dari kedua kampanye.

Azis Subekti, salah satu saksi mata untuk Subianto mengatakan; “Penolakan ini adalah tanggung jawab moral bagi kita untuk tidak menyerah melawan ketidakadilan, penipuan, kesewenang-wenangan, kebohongan, dan tindakan apa pun yang akan membahayakan demokrasi.”

Di bawah undang-undang pemilu Indonesia, Prabowo Subianto dapat membantah hasilnya di Mahkamah Konstitusi. Dia dan anggota tim kampanyenya mengatakan mereka akan memobilisasi “kekuatan rakyat” selama beberapa hari protes jalanan dari pada naik banding ke pengadilan karena mereka tidak percaya itu akan memberikan keadilan.

Menurut Arab News, dalam sebuah video yang dirilis setelah hasilnya diumumkan,  Prabowo Subianto kembali menolak untuk mengakui kekalahan, tetapi meminta para pendukung untuk menahan diri dari kekerasan.

Hasil perolehan suara kedua capres-cawapres:

Jokowi-Ma’ruf: 85.036.828 suara (55,41 persen)

Prabowo-Sandi: 68.442.493 suara (44,59 persen)

Suara sah: 153.479.321

Perolehan secara lengkap di 34 provinsi:

  1. Provinsi Bali

Paslon 01: 2.351.057 suara

Paslon 02: 213.415 suara

2.Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Paslon 01: 495.729 suara

Paslon 02: 288.235 suara

3.Provinsi Kalimantan Utara

Paslon 01: 248.239 suara

Paslon 02: 106.162 suara

4.Provinsi Kalimantan Tengah

Paslon 01: 830.948 suara

Paslon 02: 537.138 suara

5.Provinsi Gorontalo

Paslon 01: 369.803 suara

Paslon 02: 345.129 suara

6.Provinsi Bengkulu

Paslon 01: 583.488 suara

Paslon 02: 585.999 suara

7.Provinsi Kalimantan Selatan

Paslon 01: 823.939 suara

Paslon 02: 1.470.163 suara

8.Provinsi Kalimantan Barat

Paslon 01 : 1.709.896 suara

Paslon 02 : 1.263.757 suara

9.Provinsi Sulawesi Barat

Paslon 01 : 475.312 suara

Paslon 02 : 263.620 suara

10.Provinsi DIY

Paslon 01 : 1.655.174 suara

Pason 02 : 742.481 suara

11.Provinsi Kaltim

Paslon 01: 1.094.845 suara

Paslon 02: 870.443 suara

  1. Provinsi Lampung

Paslon 01: 2.853.585 suara

Paslon 02 : 1.955.689 suara

  1. Provinsi Maluku Utara

Paslon 01 : 310.548 suara

Paslon 02 : 344.823 suara

  1. Provinsi Sulawesi Utara

Paslon 01 : 1.220.524 suara

Paslon 02 : 359.685 suara

  1. Provinsi Jambi

Paslon 01 : 859.833 suara

Paslon 02 : 1.203.025 suara

  1. Provinsi Sulawesi Tengah

Paslon 01: 914.588 suara

Paslon 02 : 706.654 suara

  1. Provinsi Jawa Timur

Paslon 01 : 16.231.668 suara

Paslon 02 : 8.441.247 suara

  1. NTT

Paslon 01: 2.368.982 suara

Paslon 02: 305.587 suara

  1. Provinsi Sumatera Selatan

Paslon 01 : 1.942.987 suara

Paslon 02 : 2.877.781 suara

  1. Provinsi Sulawesi Tenggara

Paslon 01 : 555.664 suara

Paslon 02 : 842.117 suara

21.Provinsi Sumatera Barat

Paslon 01 : 407.761 suara

Paslon 02 : 2.488.733 suara

  1. Provinsi Jawa Tengah

Paslon 01 : 16.825.511 suara

Paslon 02 : 4.944.447 suara

  1. Provinsi Kepulauan Riau

Paslon 01 : 550.692 suara

Paslon 02 : 465.511 suara

  1. Provinsi Banten

Paslon 01 : 2.537.524 suara

Paslon 02 : 4.059.514 suara

  1. Provinsi Nusa Tenggara Barat

Paslon 01 : 951.242 suara

Paslon 02 : 2.011.319 suara

  1. Provinsi Aceh

Paslon 01: 404.188 suara

Paslon 02: 2.400.746 suara

  1. Jawa Barat

Paslon 01: 10.750.568 suara

Paslon 02: 16.077.446 suara

  1. DKI Jakarta

Paslon 01: 3.279.547 suara

Paslon 02: 3.066.137 suara

  1. Papua Barat

Paslon 01: 508.997 suara

Paslon 02: 128.732 suara

  1. Sulawesi Selatan

Paslon 01: 2.117.591 suara

Paslon 02: 2.809.394 suara

  1. Riau

Paslon 01: 1.248.713 suara

Paslon 02: 1.975.287 suara

  1. Sumatera Utara

Paslon 01: 3.936.515 suara

Paslon 02: 3.587.786 suara

  1. Maluku

Paslon 01: 599.457 suara

Paslon 02: 392.940 suara

  1. Papua

Paslon 01: 3.021.713 suara

Paslon 02: 311.352 suara

***sumber BBC News, Arab News, google, dan berbagai sumber. (janet)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru