Tuesday, July 14, 2020
Home > Berita > JK: Kongres Ekonomi Umat Jangan Hanya Formalitas

JK: Kongres Ekonomi Umat Jangan Hanya Formalitas

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengharapkan apa yang dihasilkan dalam Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI)  jangan hanya menjadi formalitas semata, tetapi ada bukti nyata yang akan didukung pemerintah.

Bicara dalam penutupan kongres di Hotel Grand Sahid Jakarta, Senin (24/4), Wapres mengharapkan ada sesuatu yang akan diberikan MUI dari hasil Kongres Ekonomi Umat pertama itu. Setelah berakhirnya kongres, kata Wapres, jangan terus selesai. “Ini harus terus ada alokasinya ke kehidupan dan ada upaya yang riil.”

Sementara Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat‎, Asrul Tanjung, menyatakan kongres yang berlangsung selama tiga hari telah menghasilkan deklarasi dan rekomendasi. Hal itu akan diajukan ke pemerintah untuk dipertimbangkan.

Deklarasi pertama adalah sistem ekonomi nasional yang adil, merata, dan mandiri dalam mengatasi kesenjangan ekonomi. Kedua, mempercepat redistribusi dan optimalisasi sumber daya alam secara arif dan keberlanjutan. Ketiga, memperkuat sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi, berbasis keunggulan IPTEK, inovasi, dan kewirausahaan.

Ketua Umum MUI Maaruf Amin menyebut kongres ini suatu bentuk kepedulian dari umat Islam atas kondisi perekonomian yang terjadi di Indonesia. Beberapa hal yang dideklarasikan, katanya,  adalah upaya melakukan penghapusan kesenjangan yang ada di masyarakat.

MUI, katanya, juga menginginkan adanya kerja sama yang baik antara pengusaha UMKM dengan pengusaha besar dalam rangka menuju era ekonomi baru di Indonesia.***(eank)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru