Sunday, August 09, 2020
Home > Berita > Jet-Jet Israel Bombardir Jalur Gaza

Jet-Jet Israel Bombardir Jalur Gaza

Sebuah ledakan terlihat di kota Rafah di Jalur Gaza selatan setelah serangan udara oleh pasukan Israel pada Rabu (20/6) dini hari. (AFP/Arab News)

Sebuah ledakan terlihat di kota Rafah di Jalur Gaza selatan setelah serangan udara oleh pasukan Israel pada Rabu (20/6) dini hari. (AFP/Arab News)

Mimbar-Rakyat.com (Jerusalem) – Jet-jet Israel membombardir sejumlah tempat di Jalur Gaza, Rabu (20/6) dini hari. Mereka menyerang 25 sasaran Hamas, sebagai balasan tindakan para militan yang meluncurkan roket dan mortir ke wilayah Israel.

Arab News melaporkan, menurut penduduk, dua orang keamanan Hamas terluka ringan dalam satu serangan udara di Jalur Gaza selatan. Di Israel, dilaporkan tidak ada korban, setelah salah satu serangan roket militan masuk ke udara Israel.

Sirene serangan udara dan aplikasi peringatan telepon Israel terdengar sepanjang waktu sebelum fajar.
Militer Israel menyebutkan, 30 roket dan mortir ditembakkan ke wilayah Israel dan mengatakan perisai anti-rudal Iron Domenya mencegat tujuh roket.

Sejak perang terakhir dengan Hamas yang dominan di Gaza pada tahun 2014, Israel telah meningkatkan upaya untuk mencegah serangan lintas perbatasan, meningkatkan pencegat roket dan berinvestasi dalam teknologi untuk mendeteksi dan menghancurkan terowongan gerilya.

Dalam beberapa pekan terakhir, orang-orang Palestina mengirim layang-layang yang menguntit bara api batu bara atau membakar kain di perbatasan Gaza untuk membakar lahan pertanian dan hutan, sementara yang lain membawa alat peledak kecil dengan taktik baru yang menyebabkan kerusakan besar.

Setidaknya 127 warga Palestina telah tewas oleh pasukan Israel selama demonstrasi massa di sepanjang perbatasan Gaza sejak 30 Maret dan orang-orang yang mengirim layang-layang di pagar percaya mereka telah menemukan senjata baru yang efektif.

Taktik mematikan Israel dalam menghadapi protes Jumat mingguan telah mengundang kecaman internasional. Orang-orang Palestina mengatakan unjuk rasa itu adalah bentuk kemarahan orang-orang yang menuntut hak untuk kembali ke rumah-rumah keluarga mereka, setelah melarikan diri atau diusir karena menentang pendirian Israel 70 tahun yang lalu.

Israel mengatakan demonstrasi itu diorganisir oleh kelompok Islam Hamas yang mengontrol Jalur Gaza dan menyangkal hak Israel. Israel mengatakan Hamas dengan sengaja memprovokasi kekerasan, dan tuduhan itu dibantah Hamas.

Sekitar dua juta orang tinggal di Gaza, kebanyakan dari mereka adalah para pengungsi dari negara yang sekarang menjadi Israel. Wilayah itu telah dikendalikan Hamas selama lebih dari satu dekade, di mana mereka telah tiga kali berperang melawan Israel.

Israel dan Mesir mempertahankan blokade di jalur itu, dengan alasan keamanan, yang telah menyebabkan krisis ekonomi dan runtuhnya standar hidup di sana selama satu dekade terakhir.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru