Tuesday, October 23, 2018
Home > Berita > Jelang Akhir Pendaftaran Capres/Cawapres, Muncul Istilah ‘Jenderal Kardus’

Jelang Akhir Pendaftaran Capres/Cawapres, Muncul Istilah ‘Jenderal Kardus’

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Jelang batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres, dunia perpolitikan Indonesia makin panas dan keras. Kini muncul istilah ‘Jenderal Kardus”

Istilah ini tudingan anak buah SBY, yakni Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief yang menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai ‘jenderal kardus’. Maksud ‘kardus’ di sini yakni mengutamakan uang terkait dengan Pilpres 2019.

Elit Gerindra pun tak tinggal diam dengan tudingan jenderal kardus itu. “Perlu diketahui publik bahwa Pak Prabowo seorang negarawan yang menyerap aspirasi partai, kelompok masyarakat. Jadi, itu yang menjadi pertimbangan Pak Prabowo. Lagi pula, semuanya belum ada yang final,” ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade, Rabu (8/8).

Menurut Andre, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto adalah negarawan sejati. Soal pilpres, Andre menyebut Prabowo mempertimbangkan kepentingan bangsa.

Dia pun meminta publik bersabar menanti siapa cawapres Prabowo. Soal Demokrat, Andre mengatakan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sampai sejauh ini masih dipertimbangkan sebagai cawapres Prabowo.

“Pak Prabowo menyampaikan beberapa nama, termasuk AHY ke pimpinan partai koalisi. Masih menunggu keputusan resmi,” ucapnya.

Sebelumnya, lewat akun twitter, Andi Arief berang terhadap Prabowo Subianto. Andi Arief menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus. Andi belum bicara detail soal perkara yang membuatnya marah ke Prabowo. Diduga karena duet Prabowo-Sandiaga menguat.

“Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus,” kata Andi Arief, Rabu (8/8).

TANGGAPAN

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani turut berkomentar tentang ribut-ribut ‘Jenderal Kardus’ versus ”Jenderal Baper’. Dalam akun twitter miliknya, @arsul_sani, anggota DPR RI itu menyebut pihaknya ‘tersenyum’ melihat konflik yang terjadi di kubu lawan.

Tidak hanya itu, dalam kicauannya yang diunggah pada Rabu (8/8/2018) pukul 22:57, itu, Arsul juga menyebut akun milik Joko Widodo dan sejumlah partai anggota koalisi.

“Sebutan “jenderal kardus” dg segera dibalas dg “jenderal baper”… Temen2 partai koalisi-nya Pak @jokowi lg pd ngapain ya… apa jg lg senyam-senyum spt kami di @DPP_PPP ya…? @PDI_Perjuangan @Golkar5 @NasDem @PartaiHANURA @psi_id @pkpi_id @PartaiPerindo,” tulis Asrul.

Uniknya dalam cuitannya itu, Asrul tidak menyebut akun twitter milik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Padahal dia menyebut semua akun delapan partai, termasuk PPP sebagai pendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

Rupanya tidak disebutnya akun milik PKB berkaitan dengan cuitan Asrul 30 menit sebelumnya. Dalam tweetnya, dia berkomentar tentang dua berita hangat yang dibicarakan yakni soal adanya uang Rp 500 miliar untuk PKS dan PAN serta kabar PKB yang opsi dukungan baru.

“Malam ini tampaknya jagad politik lg ramai banget ….ada sebutan “jenderal kardus” dan partai yg dibayar Rp. 500 milyar dlm twit2 Bung @AndiArief__ , di @detikcom dll media online Sekjen @DPP_PKB dikutip bilang bhw PKB buka opsi (baru)… Kami di @DPP_PPP duduk senyam-senyum…,” tulisnya.

Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arif geram terhadap sikap Prabowo Subianto yang memunculkan nama Sandiaga Uno sebagai cawapres. Melalui akun twitternya, @AndiArief__, dia bahkan menuding ada aliran dana kepada PAN dan PKS untuk memuluskan Sandi sebagai cawapres.

”Prabowo ternyata kardus, malam ini kami menolak kedatangannya ke kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaakan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jendral kardus,” tulis Andi.

”Jenderal Kardus punya kualitas buruk, kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang sandi uno untuk mengentertain PAN dan PKS,” imbuh Andi di cuitan lainnya.

Menanggapi ketegangan yang terjadi antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra, Ruhut diakun twitternya @ruhutsitompul menyarankan SBY merapat ke kubu Jokowi. Menurutnya tidak ada kata terlambat, dan Jokowi pasti memenuhi apa yang telah dibicarakan di Istana beberapa waktu lalu.

Berikut cuitan Ruhut di akun twitternya: “Pak SBY & Partai Demokrat kembalilah kejalan yg benar sblm terlambat “Bergabunglah dgn Koalisi Pak Joko Widodo krn Rumah sebelah bukan Dunia kalian tdk ada kata2 terlambat apa yg Berdua pernah kalian bicarakan di ISTANA pasti dipenuhi Bpk JOKOWI” # 2019 Biar JOKOWI saja MERDEKA. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru