Tuesday, November 12, 2019
Home > Berita > Jangan Salah Pilih

Jangan Salah Pilih

Ilustrasi (Repro: www.kpu-sulutprov.go.id)

Ilustrasi (Repro: www.kpu-sulutprov.go.id)

Jangan salah pilih. Setiap menjelang pelaksanaan pemilihan umum, pemilihan kepala daerah, atau pemilihan-pemilihan pimpinan/ketua lainnya, banyak pihak yang mengaku bersih lalu mengeluarkan himbauan agar tidak salah pilih. Menjelang pelaksanaan pemilihan (umum) kepala daerah (Pemilukada/Pilkada) serentak 15 Februari 2017 saat ini juga tak terkecuali. Himbauan jangan salah pilih tidak hanya datang dari organisasi massa, tokoh masyarakat, tetapi juga dari pasangan calon dan pendukung mereka.

Semua calon umumnya mengaku yang terbaik. Ibarat iklan kecap, semua mengklaim nomor satu. Semua upaya dimanfaatkan dalam berkampanye, pejabat, tokoh masyarakat, tokoh agama, bahkan istri/suami, ayah dan ibu sendiri. Tentunya dana juga dikucurkan. Berbagai janji dilontarkan, baik janji untuk masyarakat, maupun janji-janji untuk pembangunan kota/daerah/provinsi yang mereka perebutkan.

Janji-janji menjelang pesta demokrasi ini terkadang dibumbui dengan sindiran terhadap saingan yang dinilai tidak cakap, tidak memiliki kemampuan. Hal seperti ini terkadang membuat suasana menjadi panas. Tentu saja itu berdampak pada masyarakat, setidaknya pada masing-masing pendukung. Masih untung tidak terjadi gesekan, namun tak jarang cara-cara seperti itu sering merepotkan aparat keamanan. Rivalitas antar calon kerap membuat keadaan tidak kondusif.

Nah di sinilah peran organisasi kemasyarakatan/keagamaan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, dan orang-orang yang menjadi panutan diharapkan. Jangan terjadi pemihakkan yang bisa menyebabkan terjadi perpecahan di kalangan masyarakat atau umat. Jangan bertindak layaknya organisasi patai atau tokoh-tokoh partai yang dengan membabibuta mengerahkan segala cara untuk memenangkan pasangan yang mereka dukung.

Kita yang menginginkan negeri ini maju, masyarakatnya makmur, tentunya mengharapkan dipimpin oleh pemimpin yang ahli, jujur, adil, dan mampu mengayomi masyarakat. Karena itu wajar jika kita berharap dan mendukung pemilukada serentak mendatang berjalan dengan damai, jujur, adil, bersih, dan rahasia, serta diselenggarakan dengan penuh tangguh jawab.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari jauh-jauh hari telah menetapkan Pilkada Serentak 2017 ini diikuti 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Secara keseluruhan terdapat 7 provinsi, 76 kabupaten, dan 18 kota. Ketujuh provinsi dimaksud adalah Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

Ingat, pasangan pemimpin yang dipilih dalan Pilkada Serentak tahun 2017 atau Pilkada Serentak tahap kedua, setelah pada tahaun 2015 dilaksanakan untuk pertama kalinya, adalah utuk memilih pemimpin selama 5 tahun ke depan. Jika salah pilih, para pemilih setidaknya akan menyesali diri selama 5 tahun. Itu jelas penderitaan panjang. Karena itu jangan main-main, jangan “bermain api” dengan suap, apalagi mengorbankan keyakinan.

Mari kita ikut berperan untuk menjadikan pilkada serentak terlaksana secara jujur, adil, aman dan damai, serta menghasilkan pemimpin-pemimpin yang takut dan taat hanya kepada Allah, berjuang sepenuh tenaga guna mewujudkan bangsa dan negara yang adil dan makmur. Sekali lagi, jangan salah pilih. Gunakan hati nurani.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru