Monday, April 22, 2019
Home > Berita > Jangan Salah Pilih

Jangan Salah Pilih

Foto/Ilustrasi Istimewa.

Foto/Ilustrasi Istimewa.

Masa kampanye calon angota DPR, DPD, dan DPRD, serta pasangan calon presiden dan wakil presiden secara nasional berakhir. Sabtu (13/4) kegiatan mempromosikan diri, partai, dan pasangan capres/cawapres merupakan hari terakhir dan selanjutnya 14-16 April 2019 merupakan masa tenang, kemudian pada taggal 17 April adalah acara puncak, pelaksanaan pencoblosan.

Hiruk-pikuk kampanye, sesuai aturan yang berlaku, harusnya tidak terdengar atau terlihat lagi pada masa tenang. Segala alat peraga, umbul-umbul, pamflet terkait calon, partai, dan pasangan harusnya telah dibersihkan dari tempat-tempat umum. Siapapun tidak boleh memanfaatkan waktu di masa tenang untuk terus berkampanye. Begitulah aturan mainnya.

Bagi kita para pemilih, yang akan memberikan hak pilihnya, masa tenang dapat dimanfaatkan untuk merenungkan lebih dalam, lebih jernih, tanpa terpengaruh suara-suara atau janji-janji. Saatnya kita berpikir siapakah sepantasnya yang kita percaya untuk duduk di DPR, DPD, DPRD, serta pasangan yang pantas duduk sebagi presiden dan wakil presiden.

Kita harus menyadari, salah pilih dalam pemilu akan berdampak lima tahun ke depan. Mengalami penyesalan panjang,. Orang, pasangan, partai yang dipercaya dalam pemilu akan menjalankan peran mereka, apakah itu cocok dengan keinginan kita atau tidak. Karena itu jangan salah pilih. Kesempatan kita berpikir lebih jernih, lebih matang, sebelum menjatuhkan pilihan kepada calon-calon yang ada.

Ingat, kampanye sejak kapanpun tak ubahnya bak promosi perusahaan kecap. Semua mengaku berkualitas nomor satu, tidak ada produk kecap yang mengaku sebagai nomor dua atau nomor tiga. Boleh nomor urut mereka, para calon di pemilu ini, berbeda-beda, tapi dari sisi kualitas semuanya mengaku nomor satu alias sempurna. Artinya semuanya mengaku paling baik. Apa benar demikian, wallahualam. Karena itu keputusan memilih terserah kita masing-masing.

Sebelum menjatuhkan pilihan, sebelum mencoblos, banyak hal yang perlu kita perhitungan. Entah itu dari sisi keamanan, ekonomi, terlebih berkaitan dengan agama. Manakah yang terbaik diantara pilihan yang ada, manakah yang akan kita pilih. Paling tidak tentunya memilih yang paling mendekati harapan kita.

Jangan anggap satu suara yang kita berikan tidak berarti apa-apa. Karena itu selain memilih, kita selayaknya juga ikut mengawasi jalannya pencoblosan. Ingat, bukan rahasia umum lagi bahwa yang namanya pemilu kerap diwarnai kecurangan. Berbagai cara dilakukan oleh banyak calon yang berpikiran “yang penting menang”. Karena itu tidak heran, menjelang, saat, dan setelah  pencoblosan kecurangan-kecurangan  pun mencuat.

Berita tentang telah dicoblosnya surat suara untuk calon-calon tertentu, munculnya kabar bohong alias hoaks, menjelek-jelekkan calon/partai/pasangan lain, tidak putus-putusnya kita dengar dan menghiasi media sosial. Karena itu tak salah jika ada ungkapan “dalam politik sahabat itu adalah orang-orang yang memiliki kepentingan sama. Sedangkan lawan adalah pihak yang memiliki kepentingan berbeda.”

Jangan heran, selama masa kampanye banyak orang/calon tiba-tiba berubah menjadi dermawan. Ada calon legislatif, dan calon-calon lainnya yang dengan mudah menyumbang untuk kepentingan masyarakat, membangun/memperbaiki jalan, lapangan, bahkan ada calon berjanji akan menyumbang perbaikan tempat ibadah agama tertentu, karena di daerah pemilihannya itu pemilihnya didominasi oleh agama tertentu tersebut. Bukan rahasia pula, ada yang membagi-bagikan amplot (tentunya berisi uang), dengan harapan yang dibagi akan memilih/mencoblosnya pada pemilu. Karena itu, hati-hati. Jangan salah pilih.

Kita juga berharap, moga saja pemilu tahun ini berjalan langsung, umum, bebas dan rahasia (Luber), juga jujur dan adil (Jurdil). Mari jadikan kecurangan sebagai musuh bersama. Mudahan-mudahan  pihak berwenang menjalankan peran mereka masing-masing, hingga kecurangan bisa dihindari.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru