Monday, October 14, 2019
Home > Berita > Janda Dihipnotis Bandit di Rumah, Perhiasan Emas Dikuras, Pelaku Ngaku Petugas Kecamatan

Janda Dihipnotis Bandit di Rumah, Perhiasan Emas Dikuras, Pelaku Ngaku Petugas Kecamatan

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Sukabumi) – Nyai Aisyah, 55, janda warga Kampung Pintu, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi korban kejahatan, Kamis (22/12). Perhiasan emas senilai Rp 9 juta lenyap setelah dihipnotis tersangka yang mengaku petugas kecamatan.

Awalnya, penjahat itu datang ke rumah korban dengan mengaku petugas kecamatan yang mau memberikan bantuan BOS (dana bantuan sekolah) untuk cucu korban.

Saat itu, Aisyah baru pulang berjualan makanan ringan di sekolah dekat rumahnya. Saat beristirahat bersama cucunya, dia didatangi dua tamu laki-laki naik motor.

Layaknya orang bertamu, kedua lelaki itu menyampaikan salam dan menyodorkan tangannnya kepada Aisyah untuk bersalaman. Korban sebetulnya saat itu sudah curiga dengan gelagat dua
tamunya itu. Korban sempat menolak ketika dua orang itu mau masuk ke rumahnya.

“Begitu salaman, mereka bilang mau memberikan bantuan BOS untuk cucu saya. Namun harus diperiksa dulu keadaan rumah. Saya mulai curiga, namun karena alasan hanya sebentar saya
perbolehkan dan menurutinya,” kata Aisyah.

Begitu di dalam, tanpa korban sadari, dia menuruti semua permintaan kedua pelaku. Termasuk mencopot semua perhiasan seperti kalung dan anting yang dipakainya.

Malah ketika diminta menunjukkan perhiasan lainnya pun korban menunjuk ke sebuah lemari di kamarnya dan pelaku menguras isinya.

“Seingat saya, seorang pelaku memoto saya. Sementara satu lagi mengambil perhiasan. Katanya kan mau datang Pak Camat memberikan bantuan BOS itu jadi tidak boleh pakai perhiasan. Saya nurut saja. Pasti saya sudah dihipnotis,” ceritanya.

Aisyah tersadar ketika disuruh menunggu lima menit di dapurnya. Padahal, ketika korban di dapur, kedua pelaku langsung kabur membawa perhiasan.

“Begitu saya ke tengah rumah, dua orang itu sudah tidak ada. Begitu saya cek lemari, berantakan dan ternyata semua perhiasan saya hilang. Kalau diuangkan senilai Rp 9 juta. Baru seminggu dibeli hasil menabung bertahun-tahun,” ungkapnya.

Kanit Reskrim Polsek Cibadak, Ipda Madun mengatakan, segera menindaklanjuti laporan korban. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru